Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung selama tiga hari. Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan secara timbal balik dari masing-masing pihak.
Trump menyebut penghentian sementara aktivitas militer itu berlaku pada 9 hingga 11 Mei 2026. Melalui akun Truth Social miliknya, ia mengatakan bahwa permintaan gencatan senjata tersebut ia sampaikan langsung kepada kedua pihak dan mendapat persetujuan dari Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Gencatan senjata singkat dan pertukaran tahanan
Trump menjelaskan bahwa gencatan senjata itu tidak hanya menghentikan pertempuran, tetapi juga membuka ruang untuk pertukaran tahanan dalam jumlah besar. Ia menyampaikan pengumuman itu sebagai perkembangan penting dalam upaya meredakan perang yang telah berlangsung lama.
Ia juga menegaskan harapannya agar kesepakatan singkat ini bisa menjadi titik awal menuju berakhirnya konflik. Dalam unggahannya, Trump menyebut pembicaraan masih terus berjalan untuk mengakhiri perang besar yang ia gambarkan sebagai konflik terbesar sejak Perang Dunia II.
Trump buka peluang gencatan senjata permanen
Di hadapan wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Trump mengatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan gencatan senjata permanen. Ia bahkan menyebut siap mengirim timnya ke Rusia bila hal itu diperlukan untuk membantu perundingan menuju penghentian perang secara lebih luas.
Trump kembali menegaskan keinginannya agar perang segera berakhir. Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah menyelesaikan delapan perang, bahkan sembilan, dan menilai konflik Rusia-Ukraina berpeluang menjadi yang ke-10 yang bisa diselesaikan.
Peran utusan khusus dan dorongan diplomatik
Pernyataan Trump muncul setelah utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami. Pertemuan itu membahas kebutuhan untuk mempercepat proses diplomatik dan mengoordinasikan langkah menuju perdamaian.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah perlambatan negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Situasi itu juga terjadi ketika perhatian internasional sedang terpecah oleh ketegangan lain, termasuk konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Dengan gencatan senjata tiga hari dan pertukaran 1.000 tahanan, perkembangan ini menjadi salah satu sinyal paling konkret dalam upaya terbaru meredakan perang Rusia-Ukraina. Namun, arah pembicaraan selanjutnya tetap bergantung pada apakah komunikasi diplomatik yang sedang berjalan mampu menghasilkan kesepakatan yang lebih permanen.
Source: www.medcom.id