Republikorp Group dan Baykar memperluas kemitraan strategis Indonesia-Turkiye lewat penandatanganan kerja sama pengembangan Bayraktar KIZILELMA Unmanned Combat Aircraft (UCAV) dalam ajang SAHA 2026 di Istanbul. Langkah ini menandai kelanjutan kolaborasi yang sebelumnya telah dibangun melalui Joint Venture Agreement (JVA) sejak 2025 untuk produksi lokal Bayraktar TB3 dan AKINCI di Indonesia.
Kerja sama baru ini tidak hanya berfokus pada pengembangan pesawat nirawak tempur generasi baru, tetapi juga pada pembentukan ekosistem industri dirgantara yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, pengembangan operasional Bayraktar KIZILELMA ditargetkan dapat memperkuat kemampuan UCAV Indonesia mulai 2028.
Perluasan kerja sama dari produksi ke pengembangan teknologi
Penandatanganan kerja sama tersebut menunjukkan arah baru dari kemitraan yang sudah berjalan. Jika sebelumnya fokus awal berada pada produksi lokal beberapa platform UCAV, kini cakupannya meluas ke transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan kapasitas industri dalam negeri.
Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pembangunan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO), pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, serta riset teknologi strategis masa depan. Dengan pola ini, kolaborasi tidak berhenti pada aspek manufaktur, tetapi bergerak ke penguatan rantai nilai industri pertahanan.
Fokus pada ekosistem aerospace dan unmanned systems
Chairman Republikorp Group Norman Joesoef menegaskan bahwa kemitraan dengan Baykar diarahkan untuk membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan. Ia menyebut kerja sama tersebut meliputi produksi, maintenance, pengembangan sumber daya manusia, hingga riset teknologi masa depan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Republikorp melihat kerja sama ini sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek pengadaan alat utama. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat basis industri pertahanan melalui kemampuan lokal yang lebih mandiri.
KIZILELMA sebagai tonggak baru hubungan bilateral
CEO Baykar Haluk Bayraktar menyebut pengembangan Bayraktar KIZILELMA sebagai tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Turkiye. Pandangan itu menegaskan bahwa proyek ini membawa dimensi yang lebih luas daripada kerja sama bisnis biasa.
Di sektor industri pertahanan, kemitraan seperti ini memberi ruang bagi transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga ahli, dan penguatan kerja sama teknologi antardua negara. Bagi Indonesia, keterlibatan dalam pengembangan UCAV generasi baru juga membuka peluang untuk mempercepat pembangunan kapasitas nasional di bidang sistem nirawak.
Dampak pada industri pertahanan dan teknologi masa depan
Kerja sama Republikorp dan Baykar memperlihatkan transformasi hubungan Indonesia-Turkiye ke arah kemitraan strategis yang lebih dalam di sektor pertahanan. Arah kolaborasi ini menekankan transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.
Dalam konteks tersebut, Bayraktar KIZILELMA menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemampuan UCAV Indonesia sekaligus membangun fondasi industri dirgantara yang lebih kuat. Kolaborasi yang melibatkan produksi, integrasi lokal, MRO, dan riset teknologi strategis memberi gambaran bahwa kedua pihak ingin membangun kerja sama yang bertahan lama dan relevan dengan kebutuhan pertahanan modern.
Source: mediaindonesia.com