Serangan Israel di Jalur Gaza kembali menewaskan sedikitnya lima warga Palestina, termasuk tiga pekerja amal di Deir el-Balah. Serangan di kota pusat Gaza itu menghantam sebuah dapur umum yang melayani warga di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
Menurut Hind Khoudary dari Al Jazeera yang melaporkan dari Kota Gaza, ketiga korban di Deir el-Balah adalah pekerja lembaga kemanusiaan. Ia menyebut serangan itu menunjukkan bahwa Israel tidak hanya menargetkan orang, tetapi juga organisasi yang melayani komunitas di seluruh Gaza.
Dapur umum jadi sasaran
Serangan pada hari Minggu itu menambah daftar lokasi sipil yang terdampak di Gaza, dengan korban lain dilaporkan jatuh di Khan Younis dan Beit Lahiya. Tidak ada rincian tambahan dalam laporan itu mengenai kondisi korban di dua lokasi tersebut.
Hamas mengecam serangan terhadap dapur umum tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang disengaja” serta “adegan baru dari genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat kami di Jalur Gaza”. Kelompok itu juga menuduh adanya “keheningan dan tindakan internasional yang tidak beralasan” yang disebutnya mendorong pendudukan untuk melanjutkan serangan.
Korban terus bertambah
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada hari Minggu bahwa perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72.760 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023. Dalam angka yang sama, sedikitnya 871 orang disebut tewas sejak gencatan senjata yang disebut-sebut dimulai pada Oktober lalu.
Di saat yang sama, militer Israel menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza, yang ditandai sebagai zona penyangga “garis kuning”. Pada hari Minggu, militer Israel mengatakan pasukannya menewaskan satu orang di zona itu dan menuduh korban bersenjata serta menimbulkan ancaman langsung, tanpa memberikan bukti.
Militer juga menyatakan seorang komandan Hamas tewas dalam insiden terpisah, dan mengidentifikasi pria itu sebagai Bahaa Baroud. Hingga laporan itu dibuat, tidak ada konfirmasi segera dari Hamas mengenai klaim tersebut.
