Buntu! Iran Tolak Proposal Damai Trump, Ogah Serahkan Uranium Ke AS

Iran menolak proposal damai baru yang diajukan Amerika Serikat karena isi usul itu dinilai terlalu menekan Teheran. Salah satu poin yang paling dipersoalkan adalah permintaan agar Iran hanya mempertahankan satu situs nuklir yang masih beroperasi dan menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi ke AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran sudah menyampaikan tanggapan atas proposal tersebut melalui jalur yang tersedia. Ia menyebut pertukaran pesan masih berlangsung melalui mediator Pakistan, meski tidak membeberkan isi pembicaraan lebih jauh.

Syarat AS Dinilai Terlalu Jauh

Media Iran menggambarkan daftar tuntutan Washington sebagai sesuatu yang berlebihan. Kantor berita Fars melaporkan bahwa proposal lima poin AS juga memuat penolakan untuk melepaskan bahkan 25 persen aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Laporan itu juga menyebut AS menolak membayar ganti rugi atas kerusakan perang yang diminta Iran. Selain itu, Washington disebut hanya akan menghentikan permusuhan jika Teheran masuk ke pembicaraan damai formal.

Bagi Tehran, syarat semacam itu dianggap tidak seimbang karena lebih banyak meminta konsesi dari Iran tanpa memberi imbalan yang nyata. Kantor berita Mehr menyebut pendekatan AS bisa membuat negosiasi kembali buntu karena Washington ingin memperoleh hal-hal yang sebelumnya gagal didapat selama perang.

Iran Pertahankan Hak Pengayaan Uranium

Baqaei menegaskan bahwa isu pengayaan uranium tidak bisa dinegosiasikan ulang begitu saja. Menurut dia, hak Iran dalam pengayaan uranium sudah diatur dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT dan tidak memerlukan persetujuan dari pihak lain.

Ia juga menilai tuntutan soal uranium telah berulang kali muncul dalam dua tahun terakhir. Namun, posisi Iran tetap sama, yaitu menolak mencabut hak tersebut hanya karena tekanan dari luar.

Sikap itu menunjukkan bahwa inti perselisihan masih berada pada isu nuklir dan pengelolaan aset Iran yang dibekukan. Di sisi lain, AS tetap menekan agar Iran mengubah kebijakan strategisnya secara lebih luas.

Negosiasi Masih Berjalan di Tengah Tekanan

Pembicaraan antara Washington dan Teheran berlangsung di tengah gencatan senjata yang rapuh sejak 8 April. Kedua pihak sebelumnya sudah saling bertukar proposal untuk mengakhiri konflik yang pecah pada 28 Februari.

Dalam proposal Iran berisi 14 poin yang dikirim lebih dulu, Teheran meminta perang dihentikan di semua lini. Seruan itu juga mencakup penghentian kampanye Israel di Lebanon, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April, serta pembebasan aset yang dibekukan dan pencabutan seluruh sanksi.

Proposal Iran juga menegaskan bahwa Teheran akan tetap mengelola Selat Hormuz, jalur energi vital yang sejak awal perang sebagian besar tetap ditutup oleh Iran. Posisi ini memperlihatkan bahwa Iran tidak hanya menuntut penghentian perang, tetapi juga pemulihan penuh atas ruang gerak ekonominya.

Baqaei menambahkan bahwa Iran membela permintaan ganti rugi perang karena konflik itu dianggap ilegal dan tidak berdasar. Ia juga mengatakan Iran “sepenuhnya siap untuk segala kemungkinan” bila situasi bergerak ke arah konfrontasi militer lanjutan.

Trump Kembali Mengeluarkan Peringatan

Presiden AS Donald Trump ikut meningkatkan tekanan dengan pernyataan keras di platform Truth Social. Ia memperingatkan bahwa “tidak akan ada yang tersisa dari Iran” jika Teheran tidak segera menerima tuntutan Washington untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.

Trump menulis bahwa waktu semakin sempit dan Iran harus bergerak cepat. Nada peringatan itu menambah ketegangan di tengah proses diplomasi yang belum menunjukkan titik temu.

Sementara itu, perbedaan pandangan antara kedua negara tampak masih sangat lebar. AS menuntut pembatasan besar terhadap program nuklir Iran dan pengalihan uranium, sedangkan Iran bersikeras mempertahankan hak pengayaan dan menolak syarat yang dianggap tidak memberi konsesi berarti.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version