Video Ben-Gvir Picu Kecaman Global, Aktivis Sumud Dipaksa Sujud Tangan Terikat

Video yang dirilis Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memicu kecaman luas setelah menampilkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam posisi yang dianggap merendahkan martabat. Dalam rekaman itu, para relawan disebut dipaksa berlutut dengan tangan terikat sambil mendengarkan lagu kebangsaan Israel, dan adegan tersebut segera menyulut kritik dari berbagai negara.

Penahanan 430 aktivis kemanusiaan dari armada Global Sumud Flotilla juga memperluas tekanan diplomatik terhadap Israel. Banyak pemerintah menilai perlakuan terhadap para aktivis itu bukan lagi sekadar persoalan keamanan, melainkan dugaan pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia.

Kecaman dari berbagai negara

Gelombang protes datang terutama dari negara-negara yang warganya ikut ditangkap dalam operasi itu. Pemimpin Italia dilaporkan bereaksi keras setelah mengetahui sejumlah warga negaranya menjadi korban dalam penangkapan yang dilakukan militer Israel.

Belanda juga mengambil langkah serupa dan berencana memanggil Duta Besar Israel. Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menilai perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan telah melanggar martabat manusia.

Video yang memicu kemarahan publik

Potongan video yang beredar membuat banyak pihak menyoroti cara Israel memperlakukan para aktivis internasional itu. Alih-alih meredam kritik, unggahan Ben-Gvir justru memperkuat tuduhan bahwa para relawan diperlakukan secara tidak manusiawi.

Rekaman itu juga memantik perdebatan lebih luas soal penahanan warga sipil di tengah konflik Gaza. Bagi banyak pemerintah, tindakan tersebut dianggap tidak bisa dipisahkan dari kewajiban menghormati hukum internasional dan perlindungan terhadap warga asing.

Armada bantuan yang dicegat di laut

Global Sumud Flotilla berangkat sebagai misi sipil internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Armada ini mencoba menembus blokade yang telah lama membatasi akses warga Gaza terhadap kebutuhan pokok, obat-obatan, dan bantuan dasar.

Namun, perjalanan itu berakhir saat militer Israel menangkap para aktivis di perairan internasional. Langkah tersebut langsung dipersoalkan karena dinilai melampaui batas hukum laut dunia dan menambah daftar kontroversi atas blokade yang sudah berlangsung lama.

Tekanan diplomatik makin meluas

Sejumlah pemerintah kini memandang penahanan itu sebagai masalah lintas negara, bukan urusan internal Israel. Karena itu, pemanggilan duta besar menjadi salah satu bentuk protes resmi yang menunjukkan meningkatnya ketegangan diplomatik.

Di tengah sorotan tersebut, video Ben-Gvir justru memperkuat posisi negara-negara yang menuntut penjelasan. Kontroversi ini membuat isu perlakuan terhadap 430 aktivis Global Sumud Flotilla terus menjadi pusat perhatian dunia internasional.

Source: www.suara.com
Exit mobile version