Kapal Perang Inggris Bersiap Bersihkan Ranjau di Hormuz, Jalur Minyak Menunggu Aman

Angkatan Laut Inggris bersiap menggelar operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz sambil menunggu tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Rencana itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang telah mengganggu pelayaran internasional dan memicu kekhawatiran atas jalur energi global.

Mengutip laporan AP, ratusan pelaut Inggris di kapal RFA Lyme Bay saat ini berada dalam status siaga di Gibraltar, Semenanjung Iberia. Pengerahan penuh baru akan dilakukan setelah kesepakatan perdamaian dinyatakan final.

Siaga di Gibraltar sebelum bergerak ke kawasan konflik

RFA Lyme Bay disebut akan meninggalkan Gibraltar untuk bergabung dengan kapal perusak Inggris HMS Dragon. Kapal itu juga akan berlayar bersama sejumlah kapal sekutu lain yang disiapkan memberi dukungan udara sebelum bergerak menuju Teluk Persia lewat Terusan Suez.

Langkah ini menunjukkan Inggris menyiapkan peran pendukung jika situasi keamanan di Selat Hormuz mulai memungkinkan. Jalur sempit itu menjadi perhatian utama karena gangguan di wilayah tersebut langsung berdampak pada pelayaran internasional.

Gangguan pelayaran dan tekanan terhadap sekutu

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Al Carns, menyebut sedikitnya 6.000 kapal telah terhambat melintasi Selat Hormuz sejak konflik AS-Israel dengan Iran memanas. Angka itu menggambarkan besarnya dampak gangguan di salah satu jalur laut terpenting dunia.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menekan negara-negara sekutu Eropa agar memberi dukungan yang lebih besar dan nyata terhadap upaya perang AS di Iran. Ia menyinggung situasi blokade Selat Hormuz yang disebut telah mengganggu pelayaran internasional dan mendorong kenaikan harga energi.

Pada Maret lalu, Trump bahkan memperingatkan sekutu NATO agar mulai mengamankan pasokan minyak dan jalur pelayaran mereka sendiri tanpa bergantung pada Washington. Pernyataan itu menambah tekanan politik di tengah upaya meredakan krisis keamanan di kawasan.

Menunggu finalisasi kesepakatan damai

Pada Sabtu (23/5/2026), Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan setelah pembicaraan dengan Israel dan sejumlah sekutu di Timur Tengah. Menurut pernyataannya, proses itu kini tinggal menunggu tahap finalisasi.

Di tengah proses diplomatik tersebut, Inggris tetap menyiapkan kemampuan militernya agar dapat bergerak cepat jika kondisi memungkinkan. Operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz dipandang penting untuk membantu memulihkan keamanan pelayaran dan membuka kembali arus kapal yang selama ini terganggu.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version