
Gedung Putih kembali menarik perhatian publik setelah meluncurkan situs baru bernama Aliens.gov yang sekilas tampak seperti laman berisi dokumen rahasia. Namun, isi situs itu ternyata merujuk pada istilah “alien” untuk warga negara asing yang masuk ke Amerika Serikat secara ilegal.
Tampilan situs dibuat dengan nuansa dramatis dan bahasa yang sengaja memancing rasa penasaran. Di halaman utamanya tertulis, “Mereka hidup di antara kita,” sementara narasi lain menggambarkan seolah-olah pemerintah AS selama puluhan tahun menyimpan “rahasia besar” tentang keberadaan para “alien” di tengah masyarakat.
Situs imigrasi bertema luar angkasa
Aliens.gov sejatinya merupakan laman penegakan imigrasi yang dibungkus dengan tema luar angkasa. Situs itu menampilkan peta Amerika Serikat dengan pelacakan “penangkapan alien” dan disebut akan terus diperbarui, lalu datanya juga dimasukkan ke aplikasi Gedung Putih.
Dalam narasi yang dipasang di situs, disebutkan bahwa jutaan orang datang diam-diam pada malam hari dan membaur ke masyarakat. Situs itu juga menuduh banyak presiden, anggota kongres, dan pejabat tinggi mengetahui apa yang terjadi, tetapi memilih menutupinya dan bahkan mempercepat “invasi” tersebut.
Trump ikut disebut dalam narasi situs
Situs tersebut menempatkan Presiden AS Donald Trump sebagai sosok yang digambarkan berani mengungkap “kebenaran”. Dalam teksnya, Trump disebut telah memperingatkan bahaya yang ditimbulkan para “alien” bagi warga Amerika.
Bagian akhir laman itu juga memuat pernyataan bernada satir ketika membahas skenario penculikan oleh alien. Tertulis, “Jika Anda menyaksikan penculikan oleh alien, jangan panik. Alien tersebut berada di tangan yang tepat. Kami akan menanganinya… dan mengembalikannya dengan aman ke tempat asalnya.”
Situs ini bahkan menyediakan kolom laporan bagi masyarakat untuk melaporkan “alien” yang dianggap mencurigakan. Penggunaan bahasa semacam itu membuat laman tersebut menonjol dibandingkan situs pemerintah pada umumnya, meski isi utamanya tetap berkaitan dengan penegakan kebijakan imigrasi.
Latar penahanan imigran di AS
Di tengah peluncuran situs itu, American Immigration Council menyebut sekitar 73 ribu orang ditahan di pusat detensi Immigration and Customs Enforcement atau ICE di seluruh AS hingga pertengahan Januari. Organisasi itu juga menyoroti perlunya masyarakat mengetahui kondisi yang terjadi di dalam sistem penahanan tersebut.
American Immigration Council menyebut ada dugaan pengabaian medis sistematis, tindakan abusif, serta kurangnya akses terhadap makanan dan air yang layak. Sorotan itu memperlihatkan bahwa isu imigrasi di AS tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga kondisi kemanusiaan di fasilitas detensi.
Protes terhadap penangkapan dan deportasi terus meluas
Gelombang protes terhadap penangkapan dan deportasi imigran juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah AS sejak tahun lalu. Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi tetap menjadi isu yang memicu perdebatan publik dan respons keras dari sejumlah kelompok masyarakat.
Dalam demonstrasi di Minneapolis pada Januari lalu, Renee Good dan Alex Pretti dilaporkan tewas ditembak agen ICE. Peristiwa itu ikut memperkuat sorotan terhadap cara penegakan imigrasi dijalankan di lapangan dan dampaknya terhadap warga sipil.
Peluncuran Aliens.gov menambah dimensi baru dalam komunikasi Gedung Putih soal imigrasi, karena memakai pendekatan visual dan bahasa yang menyerupai cerita fiksi ilmiah. Di balik kemasan yang mencolok itu, situs tersebut tetap membawa pesan politik yang tegas tentang penindakan terhadap warga negara asing yang dianggap berada di AS secara ilegal.
Source: www.viva.co.id








