Angkatan Udara Taiwan menghentikan sementara seluruh penerbangan latihan dengan pesawat latih T-34 setelah satu unit jatuh saat simulasi kegagalan mesin di Pangkalan Udara Gangshan, Kaohsiung, selatan Taiwan. Insiden itu menewaskan dua pilot yang berada di dalam pesawat dan langsung memicu penyelidikan militer.
Pesawat baling-baling bermesin tunggal tersebut jatuh pada pukul 08.08 waktu setempat di ujung utara landasan pacu, sekitar 20 menit setelah lepas landas untuk menjalankan misi pelatihan rutin. Militer Taiwan kemudian membentuk gugus tugas khusus untuk menelusuri penyebab kecelakaan.
Dua letnan kolonel menjadi korban
Dua korban dalam kecelakaan ini diketahui berpangkat letnan kolonel dan berusia 41 serta 45 tahun. Inspektur Jenderal Angkatan Udara Taiwan, Mayor Jenderal Chiang Yi-cheng, menyebut tidak ada laporan gangguan teknis sebelum pesawat jatuh.
“Sepanjang penerbangan tidak ada komunikasi radio yang tidak normal sebelum kecelakaan terjadi,” kata Chiang dalam konferensi pers yang dikutip dari TRT World. Pernyataan itu menjadi salah satu petunjuk awal yang dipakai penyelidik untuk memeriksa rangkaian kejadian sebelum pesawat kehilangan kendali.
Respons duka dari pemerintah Taiwan
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua personel angkatan udara tersebut. Ia menyebut keduanya gugur saat bertugas dan menilai mereka sebagai pahlawan yang telah mengabdikan diri untuk menjaga keamanan Taiwan.
Ucapan duka itu juga menegaskan bahwa insiden ini menjadi pukulan bagi militer Taiwan, terutama karena terjadi saat latihan yang bersifat rutin. Dalam situasi seperti ini, penyelidikan biasanya berfokus pada faktor operasi, kondisi penerbangan, dan urutan kejadian sebelum pesawat hilang kendali.
Pesawat latih utama dan riwayat operasi
Pesawat baling-baling bermesin tunggal yang digunakan dalam latihan itu termasuk armada latih utama Angkatan Udara Taiwan untuk calon pilot militer. Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan Taiwan, pesawat tersebut mulai dioperasikan sejak pertama kali dikirim ke Taiwan pada 1984.
Penghentian sementara penerbangan latihan menunjukkan militer Taiwan memilih berhati-hati sembari menunggu hasil penyelidikan. Langkah ini penting karena kecelakaan tersebut kembali menambah daftar insiden penerbangan militer yang terjadi di Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.
Catatan kecelakaan sebelumnya
Pada Januari, sebuah jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Taiwan juga jatuh ke laut di wilayah lepas pantai timur pulau itu saat menjalani misi pelatihan rutin. Pilot pesawat tersebut diyakini sempat melontarkan diri sebelum pesawat jatuh, namun keberadaannya belum berhasil ditemukan hingga laporan ini disampaikan.
Rangkaian insiden itu membuat perhatian publik kembali tertuju pada keselamatan penerbangan militer Taiwan, terutama pada operasi latihan yang melibatkan pesawat tempur dan pesawat latih. Proses investigasi atas jatuhnya T-34 kini menjadi fokus utama untuk mengetahui apakah ada faktor teknis, prosedural, atau kondisi penerbangan yang memicu kecelakaan tersebut.
Source: www.beritasatu.com