Orang Tua Mahasiswa Auburn Hilang Di Jepang Ungkap Alasan Ponselnya Mati, Mereka Terlalu Sering Mengirim Pesan

Orang tua mahasiswa Auburn yang hilang di Jepang meyakini putra mereka mematikan ponselnya setelah merasa terlalu banyak menerima pesan dari keluarga. Kecurigaan itu muncul setelah James “Weston” Higginbotham tak kembali usai berpisah dari rombongan keluarga saat perjalanan ke Kyoto.

Keluarga asal Alabama itu terakhir bersama Weston saat liburan ke Jepang untuk merayakan kelulusan SMA adik laki-lakinya. Menurut Nancy Higginbotham, mereka sempat berselisih kecil dan memilih berpisah sementara agar masing-masing bisa menjalani kegiatan sendiri.

Momen terakhir sebelum hilang

Nancy mengatakan Weston merasa butuh waktu sendiri saat mereka memutuskan untuk tidak lagi berjalan bersama. Ia menilai keputusan itu bukan hal yang aneh, apalagi Weston berusia 20 tahun, sudah cukup mandiri, dan dikenal sebagai navigator yang baik.

Namun, jeda singkat itu berubah menjadi situasi genting ketika Weston tidak kembali. Sejak saat itu, kedua orang tuanya aktif menyebarkan imbauan di media sosial dan berbicara ke media untuk membantu pencarian.

Keith Higginbotham mengatakan putranya memang tidak memberi tahu tujuan saat berpisah. Ia menyebut Weston suka mendaki, sementara ada jalur hiking di dekat area tempat ia terlihat terakhir kali.

Jejak terakhir di Kyoto

Polisi setempat mengonfirmasi Weston turun dari kereta di stasiun Yamashina, Kyoto, pada 29 Mei. Hingga kini, belum jelas apakah ia naik kereta lagi setelah itu.

Keith juga menyebut Weston mematikan ponselnya pada malam yang sama, sesuatu yang menurutnya sangat tidak biasa. Ia menduga putranya melakukan itu karena merasa terlalu banyak menerima pesan dari keluarga yang menanyakan keberadaannya.

“Kami sangat terhubung, saling tahu selalu ada di mana,” kata Keith. Ia menambahkan bahwa di Auburn pun keluarga biasanya mengetahui aktivitas Weston saat ia tidak di rumah.

Pencarian terus meluas

Pencarian terhadap Weston terus dilakukan polisi setempat, sementara keluarga menerima kabar terbaru dari Kedutaan Besar AS setiap malam. Nancy menulis bahwa pada satu hari pencarian, puluhan polisi Jepang menyisir lumpur setinggi pinggang untuk mencari putranya.

Ia juga menyebut anjing pelacak dan helikopter dikerahkan dalam operasi itu. Di saat yang sama, cerita Weston mulai muncul di jaringan televisi Jepang dan warga setempat membantu membagikan selebaran orang hilang.

Gambaran Weston menurut keluarga

Weston digambarkan setinggi 6 kaki 1 inci, berambut pirang panjang, dan bermata biru. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan kaus putih bertuliskan “Save the Bees” di bagian belakang serta celana korduroi warna lavender.

Pihak keluarga juga menilai Weston mungkin sedang mengalami tekanan emosional. Nancy menyebut kondisi itu membuat pencarian menjadi sangat mendesak.

Auburn University menyampaikan belasungkawa dan mengatakan pikiran mereka bersama Weston, keluarga, teman, dan orang-orang terdekatnya. Kampus itu juga menjelaskan Weston adalah mahasiswa junior jurusan biosystems engineering yang sedang bepergian bersama keluarga ketika menghilang.

Exit mobile version