Swiss akan mengerahkan sekitar 4.000 tentara untuk memperkuat pengamanan di wilayahnya menjelang Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G7 yang akan digelar di Prancis pada 15–17 Juni 2026. Langkah ini diambil karena lokasi pertemuan berada dekat dengan perbatasan Swiss dan diperkirakan menimbulkan kebutuhan keamanan tambahan.
KTT tersebut akan berlangsung di Kota Evian-les-Bains, yang terletak di tepi Danau Jenewa dan berdekatan dengan wilayah Swiss. Situasi itu membuat otoritas keamanan Swiss menyiapkan dukungan militer untuk membantu menjaga stabilitas di kanton Vaud, Jenewa, dan Valais.
Pengamanan diperketat di wilayah perbatasan
Pengerahan pasukan ini tidak hanya berkaitan dengan skala acara, tetapi juga dengan posisi geografis lokasi KTT yang berada sangat dekat dengan Swiss. Militer Swiss menilai koordinasi antara otoritas sipil dan militer diperlukan agar seluruh rangkaian pengamanan berjalan efektif.
Dalam pernyataan resmi Kelompok Pertahanan militer Swiss, yang dilansir dari Azeri Press Agency, disebutkan bahwa kedekatan lokasi konferensi dengan perbatasan menghadirkan tantangan besar bagi otoritas keamanan setempat. Karena itu, Dewan Federal dan Parlemen memutuskan untuk menempatkan tambahan pasukan militer.
Fokus perlindungan pada infrastruktur penting
Pasukan yang dikerahkan akan bertugas melindungi infrastruktur penting dan membantu aparat keamanan sipil. Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Bandara Jenewa, yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama KTT berlangsung.
Selain menjaga fasilitas vital, kehadiran militer juga ditujukan untuk mengantisipasi situasi keamanan yang lebih kompleks akibat berkumpulnya para pemimpin dunia dan delegasi internasional. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang telah mengonfirmasi kehadirannya, ikut mendorong penerapan pengamanan ketat.
Antisipasi protes dan ancaman dari udara
Penyelenggaraan KTT G7 juga diperkirakan memunculkan potensi aksi protes di sekitar lokasi acara. Kondisi itu membuat Swiss dan otoritas terkait menyiapkan langkah-langkah pengamanan tambahan agar kegiatan tetap berlangsung aman.
Angkatan Udara Swiss turut dilibatkan dalam operasi pengawasan selama periode KTT. Pembatasan wilayah udara sementara akan diberlakukan pada 10 hingga 19 Juni untuk mengurangi risiko keamanan di sekitar lokasi pertemuan.
Swiss juga akan menggunakan sistem penangkal drone untuk mendeteksi sekaligus menangkal potensi ancaman dari udara. Penguatan pengawasan udara ini menjadi bagian dari strategi keamanan yang disiapkan untuk mendukung jalannya KTT berskala internasional tersebut.
Source: www.beritasatu.com