Gencatan senjata rapuh di Timur Tengah kembali goyah setelah Israel melancarkan serangan udara besar ke Iran pada Senin, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri. Eskalasi ini menjadi yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir dan langsung mengancam pembicaraan damai yang masih berlangsung.
Pertukaran serangan terbaru itu terjadi saat Israel dan Iran saling membalas serangan udara, menyusul rangkaian aksi yang dimulai setelah Israel menyerang Lebanon pada Minggu. Iran kemudian melancarkan serangan pertamanya sejak gencatan senjata dalam perang yang lebih luas dimulai pada April, lalu membalas lagi pada Senin setelah Israel menyerang balik.
Tekanan Trump ke Netanyahu
Serangan Israel datang beberapa jam setelah Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia akan segera menelepon Netanyahu untuk meminta Israel tidak melakukan serangan balasan lagi. Trump mengatakan kedua pihak sudah “bersenang-senang” dan menyebut tidak perlu ada serangan berikutnya.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Associated Press bahwa Trump memang menelepon Netanyahu untuk mendesak agar tidak membalas segera. Dalam wawancara terpisah dengan Financial Times, Trump juga menegaskan bahwa langkah itu tidak akan memengaruhi kesepakatan apa pun.
Ancaman eskalasi regional
Benturan terbaru ini disebut sebagai eskalasi terbesar antara kedua pihak sejak gencatan senjata tentatif berlaku pada 8 April. Situasinya memicu kekhawatiran bahwa proses perdamaian bisa terganggu dan kawasan Timur Tengah kembali terseret ke perang regional skala penuh.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan serangan terbaru Tehran menandai “awal dari satu pekan serangan berkelanjutan.” Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman juga menembakkan serangan ke Israel dan mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah.
Dampak perang yang terus melebar
Hari Senin juga menandai hari ke-100 perang yang dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pemimpin senior Iran. Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz, langkah yang mengganggu pasokan minyak global secara serius.
Rangkaian serangan ini memperlihatkan betapa rapuhnya jeda konflik yang sempat terbentuk di kawasan. Dengan balasan yang terus berlanjut dari Israel, Iran, dan kelompok-kelompok sekutunya, tekanan terhadap upaya diplomasi kini meningkat tajam.
