
Rencana resor mewah yang dikaitkan dengan keluarga Presiden AS Donald Trump kini menjadi pemicu gelombang kemarahan baru di Albania. Proyek di kawasan pesisir Zvernec itu telah menyatukan protes terhadap korupsi, lemahnya tata kelola, dan kebijakan pembangunan yang dianggap terlalu menguntungkan kelompok tertentu.
Aksi penolakan telah berlangsung lebih dari sepekan dan menyebar ke sejumlah kota di dalam negeri maupun luar negeri. Di jalanan, seruan “Albania is not for sale” muncul berdampingan dengan poster yang menyorot praktik korupsi dan biaya proyek yang diperkirakan mencapai 4 miliar euro atau sekitar $4,6 miliar.
Proyek yang jadi pemantik
Resor tepi laut itu dikaitkan dengan Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner. Bagi banyak warga, proyek tersebut bukan hanya soal pembangunan baru, tetapi simbol dari masalah lama yang tak kunjung selesai.
Skender Minxhozi, pemimpin redaksi media lokal Java News, menyebut kemarahan publik yang menumpuk selama bertahun-tahun akhirnya meledak. Ia mengatakan kesulitan hidup yang makin berat turut memperbesar frustrasi itu, bersama rasa bahwa peluang masa depan terus menyempit.
Kekecewaan yang lebih luas dari sekadar resort
Protes tidak hanya menargetkan proyek Zvernec. Para demonstran juga menyoroti skandal korupsi yang membelit elite politik, termasuk penyelidikan yang menyasar pemerintahan saat ini dan sebelumnya.
Minxhozi mengatakan Albania telah lama mengalami krisis demografis karena banyak warga pergi ke luar negeri demi mencari pekerjaan dan masa depan yang lebih baik. Sejak 2015, populasi negara itu menyusut setengah juta orang menurut statistik resmi.
Diaspora Albania yang besar juga ikut bersuara dari berbagai negara. Menurut Minxhozi, banyak demonstran yang turun ke jalan justru pernah meninggalkan Albania karena masalah yang kini kembali mereka kecam di ruang publik.
Dari barbed wire ke tuntutan kebijakan
Gelombang awal kerusuhan muncul pada akhir Mei dalam aksi kecil dekat kawasan cagar alam itu. Ketegangan meningkat setelah pekerja memasang kawat berduri untuk membatasi area, lalu video bentrokan dan gambar buldoser di pantai cepat menyebar di media sosial.
Saat aksi meluas ke ibu kota Tirana, kawat berduri dan kendaraan konstruksi sudah hilang dari lokasi. Namun tuntutan para demonstran justru makin tegas, termasuk pembatalan proyek Zvernec dan pencabutan undang-undang yang memungkinkan pemerintah mempercepat proyek-proyek tertentu, termasuk pengembangan lain milik Kushner di Pulau Sazan.
Besjana Guri, pendiri LSM lingkungan Lumi, mengatakan para demonstran juga menuntut penangguhan amandemen yang membuka jalan bagi “pembangunan masif” di kawasan lindung seperti Zvernec. Ia menilai aturan itu telah memfasilitasi proyek baru, termasuk Bandara Vlora yang dibangun hanya lima kilometer dari habitat penting burung migran dan dekat dengan lokasi resor yang diusulkan.
Tekanan dari Brussel
Kekhawatiran soal dampak lingkungan proyek ini juga memunculkan peringatan dari Brussel. Uni Eropa menyatakan proyek tersebut bisa memperlambat langkah Albania menuju keanggotaan Uni Eropa, salah satu agenda utama Perdana Menteri Edi Rama.
Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan pihaknya telah menyampaikan kekhawatiran kepada Menteri Lingkungan soal kemungkinan kekurangan dalam proyek itu. Komisi juga menyebut menteri telah berkomitmen untuk menangguhkan pekerjaan konstruksi dan memastikan penilaian dampak lingkungan penuh dilakukan.
Komisi Eropa turut meminta agar undang-undang yang membuka jalan bagi pengembangan seperti itu dicabut. Brussel juga menegaskan Albania harus menghindari tindakan yang dapat menghambat pemenuhan tolok ukur penutupan pembicaraan, dan meminta otoritas bertindak tanpa penundaan.
Penyelidikan dan perang narasi
Di tengah protes, jaksa anti-korupsi Albania juga mengonfirmasi tengah menyelidiki dana yang digunakan untuk membeli tanah di Zvernec. Ini menambah bobot pada kecurigaan publik bahwa proyek tersebut tidak lepas dari persoalan lama seputar transparansi dan pengaruh politik.
Namun, gelombang informasi palsu ikut menyusup ke perdebatan. Sebagian unggahan keliru menyebut Albania menyerahkan tanah kepada Israel, sementara yang lain menuduh Yunani mengorkestrasi protes untuk merebut investasi keluarga Trump.
Rama merespons dengan menuding para pengunjuk rasa dimanipulasi kepentingan asing dan meremehkan tuntutan mereka. Dalam komentar kepada Politico di sela-sela pertemuan puncak Eropa pada Jumat, ia mengatakan tak ada yang akan tertarik pada pengembangan itu “kalau bukan Jared”.
Ia juga makin sering mengejek aksi massa. Baru-baru ini, Rama mengunggah video buatan AI yang menampilkan dirinya mengenakan rok imitasi kulit dan atasan jaring, meniru seorang influencer yang menghitung jumlah demonstran.
Dalam sebuah rapat umum pro-pemerintah, ia juga memakai kaus bergambar simbol gerakan protes, yaitu flamingo merah muda. Burung itu diketahui bersarang dekat lokasi hotel yang direncanakan di kawasan pesisir tersebut.









