Trump Yakin Damai AS-Iran Tinggal Hitungan Hari, Selat Hormuz Segera Dibuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Ia menilai proses pembahasan sudah memasuki tahap akhir dan dokumen resmi bisa ditandatangani dalam dua hingga tiga hari mendatang.

Trump menyampaikan optimisme itu saat berbicara kepada wartawan, sambil menegaskan bahwa kesepakatan yang dibahas tidak akan memberi ruang bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Ia juga mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz akan mengikuti penandatanganan kesepakatan tersebut.

Trump sebut proses sudah di tahap akhir

Dalam keterangannya, Trump menilai peluang terwujudnya kesepakatan sangat besar. Ia bahkan menyebut penyelesaian teknis seharusnya bisa dilakukan dengan cepat jika kedua pihak sama-sama menghendakinya.

“Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan Iran memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa penandatanganan bisa terjadi dalam dua atau tiga hari.

Saat diminta menjelaskan tenggat waktu tersebut, Trump menegaskan bahwa penyelesaian kesepakatan diperkirakan berlangsung dalam hitungan hari, bukan pekan. Ia juga mengatakan, “Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya.”

Diplomasi masih berjalan di tengah ketegangan

Pernyataan Trump muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Proses itu berjalan setelah ketegangan militer yang sempat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan di Teheran. Serangan itu disebut merusak infrastruktur dan menimbulkan korban dari kalangan sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangan yang menyasar wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.

Meski begitu, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret untuk menyelesaikan seluruh akar konflik. Hingga kini, dialog masih terus berjalan dan fokus pembahasan terbaru diarahkan pada penyusunan memorandum kesepahaman.

Isyarat akhir dari negosiasi

Di tengah proses tersebut, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil. Amerika Serikat dan Iran masih tercatat beberapa kali melakukan aksi militer terbatas secara terpisah, meski tidak memicu eskalasi besar seperti sebelumnya.

Pernyataan Trump tentang kemungkinan penandatanganan dalam waktu dekat memberi sinyal bahwa negosiasi yang telah berjalan selama beberapa bulan mulai mendekati tahap akhir. Jika tercapai, kesepakatan itu akan menjadi salah satu titik penting dalam meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama terkait isu nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version