Gempa Mindanao Menewaskan 41 Orang, Rumah Sakit Darurat dan Pencarian Korban Berlanjut

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Selasa (9/6), jumlah korban tewas dilaporkan bertambah menjadi 41 orang, sementara lebih dari 450 orang mengalami luka-luka.

Badan penanggulangan bencana nasional Filipina juga mencatat ribuan warga harus mengungsi dan empat orang masih dinyatakan hilang. Guncangan kuat itu merusak sejumlah infrastruktur, merobohkan bangunan, dan memicu tanah longsor di beberapa wilayah.

Fasilitas kesehatan ikut terdampak

Dampak gempa terasa langsung di sejumlah rumah sakit yang mengalami keretakan pada bangunan. Di sebuah rumah sakit di pinggiran General Santos, tenaga medis memindahkan layanan ke area terbuka karena gedung dinilai tidak lagi aman digunakan.

Dalam situasi darurat tersebut, seorang ibu muda bahkan melahirkan di balik layar darurat yang dipasang di luar gedung rumah sakit. Kondisi serupa juga terjadi di Kotamadya Glan, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Lebih dari 60 pasien di Glan terpaksa dirawat di luar bangunan rumah sakit. Seorang staf medis mengatakan kepada AFP bahwa insinyur kota telah memutuskan gedung itu tidak aman dipakai karena kerusakan berat.

Wilayah terisolasi dan pencarian korban terus berjalan

Provinsi Sarangani menjadi salah satu daerah dengan kerusakan paling besar setelah gempa. Sejumlah komunitas terisolasi akibat jalan rusak dan jembatan yang runtuh, sehingga akses ke beberapa wilayah terpencil hanya bisa ditempuh dengan helikopter.

Di tengah kondisi itu, tim penyelamat masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi. Kepala Pertahanan Sipil Regional, Rodrigo Sosmena, mengatakan ratusan gempa susulan menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan.

Ia menyebut tim penyelamat harus sangat berhati-hati karena aktivitas susulan masih berlangsung. Dalam pencarian terbaru, anjing pelacak dikerahkan untuk mencari dua karyawan yang diduga tertimbun di reruntuhan sebuah toko kelontong.

Di lokasi lain, Penjaga Pantai Filipina juga masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang setelah terseret gelombang saat berenang ketika gempa terjadi. Kondisi darurat di Mindanao masih mempersulit upaya penanganan, sementara petugas terus berupaya menjangkau warga di area yang terputus akibat kerusakan infrastruktur.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version