Kerusuhan anti-imigran mengguncang Belfast, Irlandia Utara, setelah aksi protes pada Senin malam berubah menjadi kekerasan luas. Massa membakar rumah, bus, bisnis, dan kendaraan milik warga asing, sementara aparat berupaya mengendalikan situasi di sejumlah titik kota.
Kerusuhan itu dipicu insiden penusukan yang membuat seorang pria mengalami luka serius. Dari kawasan Newtownards Road, aksi unjuk rasa berkembang menjadi kekacauan ketika sebuah bus dibakar dan api merembet ke lokasi lain.
Kekerasan meluas ke permukiman warga
Kerusakan paling nyata terlihat pada rumah keluarga yang hangus terbakar dan kendaraan yang rusak berat. Fasilitas umum juga terdampak, membuat aktivitas warga terganggu dan memperkuat rasa takut di lingkungan sekitar.
Sejumlah warga yang terdampak, termasuk anak-anak, dilaporkan mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kerusuhan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis bagi masyarakat setempat.
Kecaman keras dari pemerintah Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam keras kekerasan di Belfast dan menyebutnya tidak dapat diterima. Ia juga menegaskan tidak ada pembenaran atas tindakan yang menyerang orang lain atau properti warga sipil.
Starmer menyoroti adanya indikasi bahwa sebagian serangan menargetkan individu berdasarkan latar belakang mereka. Ia menegaskan para pelaku akan menghadapi konsekuensi hukum penuh dan meminta masyarakat tetap tenang.
Situasi mulai terkendali, tetapi ketegangan belum reda
Polisi menyebut keadaan kini mulai terkendali, meski ketegangan masih terasa di beberapa wilayah. Aparat keamanan tetap disiagakan untuk mencegah kerusuhan lanjutan dan menjaga stabilitas di lapangan.
Pihak berwenang juga memastikan tersangka penusukan, seorang pria berusia 30-an asal Sudan, masih dalam tahanan dan akan menjalani proses hukum. Peristiwa ini memperkeruh situasi sosial di Inggris, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu imigrasi.
Seruan agar kekerasan dihentikan
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama ikut menyerukan penghentian kekerasan serta perlindungan bagi komunitas minoritas. Mereka menilai insiden di Belfast bukan hanya masalah keamanan, tetapi juga ujian bagi kohesi sosial di wilayah tersebut.
Di tengah puing kebakaran dan ketegangan yang tersisa, otoritas setempat masih berfokus pada pengamanan area terdampak dan pencegahan aksi susulan. Belfast kini menghadapi tugas berat untuk memulihkan rasa aman warga sekaligus meredakan dampak sosial dari kerusuhan yang meledak begitu cepat.
