Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka agar tidak memicu ancaman baru menjelang rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan keamanan saat Iran menyiapkan prosesi kenegaraan dan rangkaian upacara duka di sejumlah kota.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, Abdollahi meminta pihak luar tidak melakukan langkah yang bisa memicu salah kalkulasi. Ia menegaskan Iran akan merespons setiap ancaman atau agresi terhadap wilayah dan kepentingannya secara keras.
Peringatan langsung kepada AS dan Israel
Abdollahi menyebut musuh-musuh Iran harus menahan diri dari “kesalahan perhitungan” dalam bentuk apa pun. Ia juga mengingatkan negara-negara itu untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan yang diarahkan ke Iran.
Pernyataan itu menempatkan AS dan Israel sebagai pihak yang paling disorot oleh Teheran. Iran menilai setiap gerakan militer di kawasan, termasuk yang melibatkan sekutu kedua negara itu, bisa memperburuk situasi keamanan.
Selat Hormuz ikut disorot
Abdollahi juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang sering menjadi titik sensitif dalam ketegangan regional. Ia mengatakan Iran akan bereaksi cepat dan tegas jika Amerika Serikat mencoba mencampuri situasi di wilayah tersebut.
Menurut dia, kehadiran pesawat militer dan drone Amerika Serikat di ruang udara Selat Hormuz justru menambah ketegangan. Ia menilai kondisi itu berpotensi mengancam keamanan kawasan secara lebih luas.
Rangkaian prosesi penghormatan untuk Khamenei
Rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli. Prosesi di Teheran akan digelar pada 4–6 Juli, lalu berlanjut ke Qom pada 7 Juli serta ke Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli.
Pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung di Mashhad, kampung halamannya di timur laut Iran, pada 9 Juli. Sementara itu, upacara kenegaraan yang dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing akan berlangsung di Teheran pada 3 Juli.
Pergantian kepemimpinan di Iran
Khamenei disebut tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah itu, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Sejak penunjukan itu, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik. Namun, ia beberapa kali menyampaikan pernyataan kepada rakyat Iran melalui media resmi pemerintah, sementara perhatian keamanan kini terpusat pada jalannya seluruh rangkaian pemakaman dan potensi respons dari pihak luar.
