Israel kembali mengirim sinyal keras ke Iran. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan militer negaranya siap melancarkan operasi baru jika ancaman dari Teheran dinilai muncul lagi.
Lebih jauh, Katz menyebut serangan berikutnya bisa dilakukan dengan daya gempur yang jauh lebih besar. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran.
Israel tingkatkan kesiagaan militer
Dalam upacara militer pada Kamis (10/7) waktu setempat, Katz mengatakan militer Israel berada dalam kondisi siaga penuh untuk kembali bergerak. Ia menegaskan Israel siap merebut kembali superioritas udara bila diperlukan.
“Militer siap dan siaga untuk melanjutkan pertempuran guna merebut kembali superioritas udara dan kembali menyerang Iran demi menghilangkan ancaman, bahkan untuk ketiga kalinya jika diperlukan. Jika kami harus kembali, kami akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar,” ujar Katz seperti dikutip Arab News.
Netanyahu bilang kampanye belum selesai
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang hadir dalam acara itu menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai dua operasi militer sebelumnya telah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan.
Menurut Netanyahu, jangkauan Angkatan Udara Israel terbukti mampu mencapai mana pun, dari Yaman hingga Iran. Namun, ia menegaskan konflik itu belum benar-benar berakhir.
“Poros Iran kini lebih lemah daripada sebelumnya, sementara Israel lebih kuat dari sebelumnya. Kami telah membuktikan bahwa jangkauan Angkatan Udara Israel mampu mencapai mana pun, dari Yaman hingga Iran. Namun kami juga harus mengakui bahwa kampanye ini belum selesai,” kata Netanyahu.
Ketegangan berlanjut setelah serangan sebelumnya
Situasi ini menambah kekhawatiran komunitas internasional bahwa konflik bisa kembali meluas. Kekhawatiran itu menguat meski kedua negara sempat mencapai gencatan senjata pada April dan menyepakati penghentian permusuhan pada Juni.
Konflik terbaru disebut bermula pada 28 Februari saat Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Operasi itu menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran beserta sejumlah pejabat senior lainnya.
Serangan tersebut menjadi operasi militer kedua Israel terhadap Iran setelah perang selama 12 hari yang pecah pada Juni 2025. Mediaindonesia.com melaporkan, rangkaian pernyataan terbaru dari Katz dan Netanyahu menunjukkan Israel belum menutup kemungkinan eskalasi lanjutan.
Tabel ringkas berikut menunjukkan garis besar peristiwa yang disebut dalam laporan itu:
| Peristiwa | Keterangan | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Gencatan senjata April | Israel dan Iran sempat mencapai kesepakatan penghentian permusuhan | Ketegangan sempat mereda |
| Penghentian permusuhan Juni | Kedua pihak kembali menyepakati penghentian permusuhan | Konflik belum sepenuhnya usai |
| Serangan 28 Februari | AS bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran | Menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat senior |
| Operasi 12 hari Juni 2025 | Menjadi operasi militer kedua Israel terhadap Iran | Memperlemah kemampuan Iran menurut Netanyahu |
Dengan nada yang semakin keras, Israel kini menegaskan kesiapan untuk kembali menyerang bila ancaman dari Iran muncul lagi. Di saat yang sama, pernyataan para pemimpin Israel memberi sinyal bahwa babak baru ketegangan dengan Teheran masih sangat mungkin terjadi.
Source: mediaindonesia.com






