Serangan rudal Israel di Jalur Gaza menewaskan seorang pekerja kemanusiaan bernama Mohamed al-Wahidi, hanya sekitar satu jam sebelum laga Mesir melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Insiden ini juga merenggut nyawa tiga orang lain, termasuk dua anak yang sedang bermain sepak bola di sekitar lokasi.
Kejadian tersebut menambah panjang daftar korban sipil di tengah konflik yang belum mereda. Mohamed al-Wahidi dikenal aktif mengorganisasi kegiatan nonton bareng atau nobar bagi warga Gaza, sebuah upaya kecil untuk memberi hiburan di tengah situasi kemanusiaan yang berat.
| Korban | Keterangan | Lokasi/konsekuensi |
|---|---|---|
| Mohamed al-Wahidi | Pekerja kemanusiaan, pengorganisasi nobar Piala Dunia 2026 | Tewas saat mobil yang ditumpanginya dihantam rudal |
| 3 orang lainnya | Termasuk 2 anak-anak yang bermain sepak bola | Tewas dalam insiden yang sama |
Rudal menghantam mobil menuju Tel Hawa
Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohamed Abu Selmiya, menyebut rudal menghantam sebuah mobil yang ditumpangi al-Wahidi saat menuju distrik Tel Hawa, Kota Gaza. Menurut penjelasan itu, al-Wahidi tengah bersiap bergabung dengan ribuan warga yang ingin menyaksikan pertandingan sepak bola di tengah konflik berkepanjangan.
Sepupu korban, Abd Alkhaleq al-Wahidi, mengatakan tim medis sudah mengevakuasi korban ketika ia tiba di lokasi. Ia juga menyebut ada seorang anak kecil dan seorang pria yang tidak dikenal di sekitar titik serangan, sementara kerabatnya dilaporkan mengalami luka parah.
Klaim militer Israel dan penyelidikan yang masih berjalan
Militer Israel menyatakan serangan itu ditujukan kepada seorang anggota bersenjata Hamas yang berada dalam kendaraan tersebut. Namun, mereka mengakui Mohamed al-Wahidi bukan target utama dan menyebut insiden itu masih dalam penyelidikan.
Dalam pernyataannya, militer Israel juga mengatakan menyesalkan setiap kerugian terhadap warga sipil yang tidak terlibat. Mereka menambahkan akan terus berupaya meminimalkan dampak terhadap warga sipil di wilayah konflik.
Nama al-Wahidi sendiri dikenal luas di Gaza karena perannya menggelar nobar sejak awal Piala Dunia 2026. Kegiatan itu menjadi salah satu bentuk hiburan yang paling mudah dijangkau warga di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
Abd Alkhaleq menggambarkan al-Wahidi sebagai sosok yang dicintai banyak orang, sering membantu keluarga yang membutuhkan, dan selalu hadir dalam kegiatan komunitas. Di tengah konflik yang belum menemukan jalan keluar, kematiannya kembali menegaskan rapuhnya keselamatan warga sipil di Gaza.
Source: www.suara.com






