Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang sekitar 140 target di Iran dalam putaran ketiga operasi yang dilakukan pekan ini. Serangan itu disebut sebagai respons atas penembakan terhadap sebuah kapal berbendera Siprus yang melintas di Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengatakan operasi terbaru itu sudah selesai. Dalam pernyataannya, target yang dihantam mencakup lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai.
Serangan Beruntun di Jalur Strategis
Menurut CENTCOM, lebih dari 300 target telah diserang selama tiga malam berturut-turut dalam sepekan terakhir. Washington menyebut langkah itu ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi selat tersebut.
Dalam laporan yang dikutip Al Jazeera dan ditulis mediaindonesia.com pada Minggu (12/7), CENTCOM juga menyebut telah membantu lebih dari 800 kapal komersial melintas di Selat Hormuz sejak awal Mei. Kapal-kapal itu termasuk yang mengangkut sekitar 400 juta barel minyak.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Jumlah target serangan terbaru | Sekitar 140 target |
| Total target dalam tiga malam | Lebih dari 300 target |
| Jumlah kapal komersial yang dibantu | Lebih dari 800 kapal |
| Muatan yang disebut melintas | Sekitar 400 juta barel minyak |
Arahan Gedung Putih dan Respons Iran
CENTCOM menyebut serangan terbaru diluncurkan pada Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 waktu Teheran atas arahan Presiden Donald Trump. Sasaran itu dikaitkan dengan penembakan kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menanggapi situasi itu dengan menyatakan, “Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya.”
Di sisi lain, Iran melaporkan telah menyerang sejumlah lokasi militer di negara-negara Teluk yang dinilai membantu operasi militer Amerika Serikat. Negara-negara yang disebut terdampak adalah Qatar, Bahrain, dan Kuwait pada Minggu (12/7).
Teheran juga mengkritik sejumlah negara Arab di kawasan Teluk karena dianggap memberi dukungan kepada Amerika Serikat dalam operasi terhadap Iran. Namun, pemerintah Iran menegaskan serangan mereka tidak ditujukan kepada warga sipil maupun kawasan sipil di negara-negara tersebut.
Iran mengatakan targetnya adalah sumber serangan yang menurut mereka digunakan untuk menyerang wilayah Iran. Dengan saling serang yang terus berlanjut, Selat Hormuz kembali menjadi titik paling rawan dalam ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran.
Source: mediaindonesia.com






