Iran Ancam Negara yang Bantu Serangan AS, Konflik Memanas di Teluk Persia

Teheran memperingatkan negara mana pun yang mengizinkan wilayah atau fasilitasnya dipakai untuk menyerang Iran akan dianggap ikut dalam agresi. Peringatan itu muncul saat ketegangan dengan Amerika Serikat kembali naik setelah gelombang serangan militer terbaru menghantam sejumlah wilayah Iran.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa wilayah atau fasilitas negara mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran dapat dianggap sebagai asal mula agresi dan diperlakukan sebagai target sah operasi pertahanan angkatan bersenjata Iran. Pernyataan ini menambah keras respons Teheran atas operasi yang disebut melanggar Piagam PBB.

Iran Sebut Serangan AS Pelanggaran Hukum Internasional

Teheran menilai serangan AS bukan hanya tindakan militer, tetapi juga pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut operasi itu sebagai bentuk agresi yang melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Iran juga mendesak PBB untuk meminta pertanggungjawaban Washington atas serangan tersebut. Dalam sikap resminya, Teheran mengkritik Sekretariat PBB karena dinilai belum memberi respons yang memadai terhadap aksi militer itu.

Kementerian Luar Negeri Iran meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Menurut Iran, operasi militer itu jelas bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Korban Berjatuhan di Khuzestan

Serangan udara AS juga menimbulkan korban jiwa. Seorang petugas keamanan tewas dan empat orang lainnya terluka setelah sebuah stasiun pompa air pertanian di Mahshahr, Provinsi Khuzestan, dihantam pada Senin (13/7/2026) pagi.

Wakil Gubernur Khuzestan Valiollah Hayati mengatakan korban yang tewas berada di lokasi saat serangan terjadi. Empat korban lain masih menjalani perawatan medis, meski tingkat keparahan luka mereka tidak dijelaskan.

Menurut laporan Mehr News Agency, serangan di Khuzestan merupakan bagian dari gelombang operasi udara terbaru AS ke sejumlah wilayah di Iran selatan. Selain Mahshahr, serangan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, Jask, Bushehr, dan Kangan.

LokasiPeristiwaDampak
Mahshahr, KhuzestanStasiun pompa air pertanian dihantam serangan udara1 petugas keamanan tewas, 4 orang terluka
Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, Jask, Bushehr, KanganSerangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah selatan IranRangkaian serangan udara AS

AS Klaim Serangan untuk Melemahkan Kemampuan Iran

Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom menyatakan operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelaut sipil dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Pada Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, militer AS mengumumkan telah menyerang sekitar 140 target militer Iran.

Target tersebut dihantam menggunakan amunisi presisi dari pesawat tempur, drone, dan kapal perang yang beroperasi di darat maupun laut. Sasaran yang disebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, hingga lokasi pengawasan pantai.

Centcom kemudian menyebut selama tiga hari operasi militer dalam sepekan terakhir, pasukan Amerika Serikat telah menghantam lebih dari 300 target di berbagai wilayah Iran. Rangkaian operasi itu menandai eskalasi yang makin tajam antara dua negara di kawasan Teluk Persia.

Muscat dan Kekhawatiran Meluasnya Konflik

Di tengah memanasnya situasi, Iran juga membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal hasil pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Muscat, Oman. Teheran menyebut klaim itu sebagai kebohongan total dan menegaskan pembahasan saat itu hanya menyangkut pengaturan pengelolaan Selat Hormuz serta keamanan jalur pelayaran internasional.

Gelombang serangan dan saling tuding ini memicu keprihatinan baru di tingkat internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan kekhawatiran mendalam atas konfrontasi militer tersebut dan memperingatkan bahwa eskalasi yang terus berlanjut dapat berdampak serius pada keamanan Timur Tengah dan stabilitas global.

Dengan ancaman balasan terhadap negara yang membantu serangan AS, konflik Iran dan Amerika Serikat kini tidak hanya berkutat pada target militer. Ketegangan itu juga mulai merembet ke ruang diplomatik, jalur pelayaran, dan kalkulasi keamanan di seluruh kawasan.

Source: www.beritasatu.com
Terkait