Lusinan Jet Tempur AS Melintas di Selat Hormuz, Sinyal Serangan ke Iran Masih Kuat

Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatan udara besar di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan belasan pesawat tempur dan pendukung di wilayah yang sangat sensitif. Manuver ini mempertegas tekanan militer Washington di sekitar Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.

Pergerakan armada itu terekam melalui data pelacakan penerbangan sipil pada Selasa dini hari. Konvoi udara dilaporkan menyisir area lepas pantai Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi, sementara operasi serangan yang diumumkan CENTCOM disebut telah memasuki malam ketiga berturut-turut.

Armada tanker jadi penentu operasi

Kehadiran pesawat pengisi bahan bakar menjadi elemen paling penting dalam pengerahan ini. Sebanyak sembilan unit KC-135R dan 2 unit KC-46A menjaga jet tempur tetap beroperasi tanpa harus mendarat.

Skema logistik udara seperti ini memperpanjang durasi terbang dan memperluas jangkauan serang. Dengan suplai bahan bakar di udara, pesawat tempur bisa bertahan lebih lama dalam misi yang berlangsung intensif.

Jenis PesawatJumlahPeran
KC-135R9 unitPengisi bahan bakar udara
KC-46A2 unitPengisi bahan bakar udara
E3-B Sentry1 jenis pesawatRadar dan pemantauan wilayah tempur
P-8 Poseidon1 jenis pesawatPengintaian maritim

Pengawasan wilayah tempur dibuat makin rapat

Selain tanker, militer AS juga menurunkan pesawat radar E3-B Sentry untuk memantau ruang pertempuran. Pesawat ini disebut mampu mengawasi area seluas 120 ribu mil persegi dari permukaan tanah hingga lapisan stratosfer.

Radar pada E3-B Sentry dapat melacak sekitar 600 sasaran secara real-time. Objek yang dipantau mencakup pesawat jet, rudal aktif, drone besar, hingga tank baja.

Di sisi maritim, Angkatan Laut AS turut mengerahkan jet pengintai Poseidon P-8. Kehadirannya memperkuat pemantauan di wilayah perairan strategis yang menjadi jalur penting di kawasan tersebut.

Menurut data yang dipantau, seluruh konvoi udara itu terdeteksi tepat pukul 03:30 waktu Iran. Pada saat yang sama, Kekuatan Pemantauan ini dirancang untuk meminimalkan celah bagi target agar bisa membalas.

Tekanan militer di Teluk Persia makin tinggi

Pengerahan ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan bagian dari operasi udara besar-besaran yang tengah berlangsung. Langkah tersebut juga mengiringi gelombang serangan yang diumumkan oleh CENTCOM.

Situasi di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman kini kian memanas. Penempatan pesawat tempur dan armada pendukung itu menjadi sinyal bahwa Washington masih menyiapkan ruang untuk menghadapi konflik yang lebih panjang.

Source: www.suara.com
Terkait