Presiden Donald Trump membandingkan perang Amerika Serikat melawan Iran dengan perang AS di Vietnam. Ia menyorot perbedaan durasi konflik dan menyebut operasi militer Washington terhadap Iran sudah memberi hasil besar.
Trump mengatakan AS berada di Vietnam selama 19 tahun, sementara di Iran baru empat bulan. Dalam pernyataannya yang dikutip Fox News dan disorot www.cnnindonesia.com, ia menyebut, “Kami berada di Vietnam selama 19 tahun. Kami di sini selama empat bulan, jadi saya pikir kami telah melakukan banyak hal.”
Perang yang masih berlangsung
AS dan sekutu dekatnya, Israel, menggempur Iran pada akhir Februari. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Menurut laporan itu, kedua pihak masih saling bertempur hingga saat ini meski sempat sepakat gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan perang.
| Konflik | Durasi yang Disebut | Tujuan atau Konteks |
|---|---|---|
| Perang AS di Vietnam | 19 tahun | Meredam penyebaran komunisme di Asia Tenggara |
| Konflik AS-Iran | 4 bulan | Trump menilai AS sudah melakukan banyak hal |
Perang AS di Vietnam sendiri dimulai pada November 1955 dan berakhir pada Mei 1975, atau sekitar 19 tahun enam bulan. Washington saat itu mengerahkan pasukan untuk menahan pengaruh komunisme yang dianggap mengancam di kawasan dan secara global.
Klaim Trump soal kekuatan Iran
Dalam pembelaannya atas tindakan militer AS, Trump mengaku serangan itu berhasil melumpuhkan kekuatan Iran. Ia menyebut Angkatan Laut Iran, Angkatan Udara, kemampuan rudal, dan manufaktur drone negara itu sudah rontok.
Trump juga menegaskan serangan diperlukan agar Teheran tidak memperoleh senjata nuklir. “Jika kita tidak melakukannya, mereka akan punya senjata nuklir. Jika mereka punya senjata nuklir, Israel tidak akan lagi bersama kita,” ucap Trump.
Ia kemudian menambahkan, “Timur Tengah mungkin tidak akan lagi bersama kita.”
Meski ada gencatan senjata dan MoU yang mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, tidak memulai serangan, serta pencabutan blokade AS, Washington kembali menggempur Iran dalam beberapa hari terakhir.
Kesepakatan itu juga memberi kedua negara waktu 60 hari untuk bernegosiasi. Namun, AS justru melanggar kesepakatan tersebut dan bahkan menyerang infrastruktur sipil, yang disebut sebagai tindakan kejahatan perang.
Source: www.cnnindonesia.com






