Perbatasan Spanyol-Gibraltar Dibuka Tanpa Pagar, Akhir Tarik-Ulur Panjang Pasca-Brexit

Author: Qoo Media

Ribuan orang yang setiap hari melintasi ujung selatan Spanyol dan Gibraltar kini tak lagi berhadapan dengan perbatasan fisik. Mulai Rabu (15/7/2026), pagar yang selama ini memisahkan keduanya resmi dibongkar seluruhnya.

Pembukaan itu menjadi titik penting dalam hubungan Gibraltar, Spanyol, Uni Eropa, dan Inggris setelah bertahun-tahun perundingan pasca-Brexit. Bagi banyak warga di kedua sisi, perubahan ini langsung memengaruhi rutinitas kerja, keluarga, dan mobilitas harian.

Pergerakan Bebas di Gerbang Eropa Selatan

Tak lama selepas tengah malam, warga mulai bebas melintas dua arah antara La Linea de Concepcion di Spanyol dan Gibraltar. Suasana di titik perbatasan berubah menjadi perayaan, dengan sejumlah orang mengenakan kostum tim nasional sepak bola Spanyol seusai kemenangan atas Prancis di semifinal Piala Dunia, Selasa.

Gibraltar adalah wilayah berpenduduk sekitar 38.000 orang yang kedaulatannya disengketakan. Letaknya strategis di ujung selatan Semenanjung Iberia, hanya beberapa kilometer dari Maroko, di kawasan tempat Samudra Atlantik bertemu Laut Mediterania.

Fabian Picardo, Menteri Utama Gibraltar, menyebut momen itu sebagai cermin hubungan sosial di lapangan. Dalam pernyataan kepada RTVE yang dikutip Associated Press, ia mengatakan, “Yang terasa di sini adalah persaudaraan antara kedua masyarakat.”

Kesepakatan yang Lama Ditunggu

Situasi ini baru bisa terwujud setelah kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris akhirnya selesai difinalisasi. Ketika Inggris keluar dari Uni Eropa pada 2020, status hubungan Gibraltar dengan blok tersebut belum juga jelas, dan perundingan soal lalu lintas manusia serta barang sempat berjalan tersendat.

Kerangka kesepakatan tercapai pada 2025, lalu perjanjian resmi ditandatangani pada Selasa sebelum pagar dibongkar total. Menteri Inggris untuk Urusan Eropa, Amerika Utara, dan Wilayah Seberang Laut Stephen Doughty menyebut perjanjian itu menjamin kepentingan dan masa depan ekonomi Gibraltar dalam jangka panjang.

Maros Sefcovic, perwakilan perdagangan Uni Eropa, juga menyambut hasil tersebut. Ia mengatakan, “Dibutuhkan empat tahun perundingan yang sabar dan rumit, tetapi hasilnya dapat dilihat sendiri. Ada perasaan yang sangat istimewa ketika menyaksikan sebuah pagar dibongkar.”

Aspek Rincian Dampak
Jumlah pekerja lintas batas Sekitar 15.000 warga Spanyol Hampir separuh tenaga kerja Gibraltar
Status perjalanan Pergerakan bebas tanpa perbatasan fisik Mempermudah perjalanan kerja dan pribadi
Pengaturan pemeriksaan Pemeriksaan bersama di bandara dan pelabuhan Gibraltar Orang yang masuk dan keluar tetap diawasi

Tanpa kesepakatan ini, Gibraltar berisiko menghadapi perbatasan darat yang ketat dengan pemeriksaan paspor penuh. Kondisi itu bisa mengganggu ekonomi wilayah tersebut yang sangat bergantung pada pekerja harian dari Spanyol.

Picardo mengatakan kebebasan melintas akan memudahkan warga mengunjungi keluarga atau menerima kunjungan kerabat. Ia juga mencontohkan anak-anak yang bisa pergi ke pertandingan sepak bola dan kegiatan ekstrakurikuler di dua sisi perbatasan tanpa harus cemas dengan antrean.

Masuk ke Kawasan Schengen, Tapi Sengketa Tak Selesai

Kesepakatan itu pada praktiknya membawa Gibraltar masuk ke dalam kawasan bebas perjalanan Schengen milik Uni Eropa. Pemeriksaan terhadap orang yang masuk dan keluar melalui bandara serta pelabuhan Gibraltar akan dilakukan bersama oleh petugas perbatasan Inggris dan Spanyol, mirip pengaturan di stasiun Eurostar di London dan Paris.

Namun, pembukaan pagar tidak berarti sengketa kedaulatan selesai. Gibraltar diserahkan kepada Inggris pada 1713, sementara Spanyol tetap mempertahankan klaim atas wilayah itu hingga kini.

Pada referendum Brexit 2016, sebanyak 96 persen pemilih di Gibraltar memilih tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Bagi wilayah yang juga dikenal sebagai “The Rock” itu, hasil perundingan ini menjadi jalan keluar dari risiko pembatasan yang lebih keras.

Pelancong dari negara di luar kawasan Schengen, termasuk Inggris, tetap harus mengikuti Sistem Keluar-Masuk Uni Eropa atau Entry-Exit System. Sistem yang mulai diterapkan di Eropa pada April itu menggantikan stempel paspor dengan pencatatan data biometrik berupa foto dan sidik jari digital.

Perbatasan Fisik Diganti Benteng Digital

Setelah pagar dibongkar, otoritas Gibraltar memasang kamera pengenal wajah waktu nyata di titik-titik masuk dan sejumlah lokasi di seluruh wilayah tersebut. Pemerintah juga menambah kehadiran polisi serta memperkuat sumber daya bagi bea cukai dan penjaga pantai.

Picardo menggambarkan perubahan itu sebagai transformasi besar dalam pengamanan wilayah. “Benteng fisik itu kini telah berubah menjadi benteng digital,” katanya.

Source: www.liputan6.com
Terbaru