Trump Klaim Mojtaba Khamenei Nyaris Tak Ada, Serangan Iran-AS Memicu Spekulasi Baru

Author: Qoo Media

Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras soal Iran dengan menyebut Mojtaba Khamenei kini “90 persen sudah tidak ada”. Ucapan itu langsung menarik perhatian karena disampaikan di tengah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump juga mengklaim Iran telah kehilangan sebagian besar kemampuan militernya akibat serangan gabungan militer AS dan Israel sejak akhir Februari. Ia menyebut angkatan laut, angkatan udara, hingga sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh.

Klaim Trump Soal Kondisi Mojtaba Khamenei

Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip NDTV, Trump mengatakan para pemimpin terbaik Iran telah tewas dalam perang tersebut. Ia bahkan memakai nama Khomeini, meski dari konteks pernyataannya tampak ia merujuk pada Ali Khamenei.

“Mereka sudah tidak ada. Khomeini sudah tidak ada,” ujar Trump. Ia lalu menambahkan, “Putranya juga sudah 90 persen tidak ada.”

Namun, Trump tidak menjelaskan lebih rinci alasan di balik pernyataan itu dan tidak menyertakan bukti yang mendukung klaimnya. Hingga kini, pernyataan tersebut tetap menjadi sorotan karena tidak disertai penjelasan resmi.

Seperti diketahui, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat lagi di hadapan publik sejak 28 Februari. Ia dilaporkan mengalami luka dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang juga menewaskan ayahnya.

Ketidakhadiran yang Memicu Spekulasi

Absennya Mojtaba Khamenei dalam berbagai kesempatan publik memunculkan spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan keberadaannya. Situasi ini membuat pernyataan Trump semakin diperbincangkan, terutama karena disebut tanpa rincian yang dapat diverifikasi.

Di saat yang sama, perang antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas pada akhir pekan, setelah gencatan senjata selama beberapa bulan berakhir. Presiden AS itu juga telah memberi tahu Kongres bahwa operasi militer terhadap Iran kembali dimulai pekan lalu.

Trump sebelumnya memerintahkan beberapa gelombang serangan ke sejumlah target di Iran. Dalam kesempatan terpisah, ia juga mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan mulai mengenakan biaya kepada kapal-kapal asing yang ingin melintasi jalur pelayaran dengan aman.

Selat Hormuz Ikut Terseret

Langkah itu muncul ketika Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Bahrain serta dua kapal tanker terkait Uni Emirat Arab saat melintasi Selat Hormuz. Serangan tersebut menewaskan seorang pelaut berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.

Uni Emirat Arab kemudian mengancam akan membalas serangan tersebut, yang berpotensi menyeret Abu Dhabi dan Dubai lebih jauh ke dalam konflik terbuka dengan Teheran. Ketegangan ini kembali menyorot Selat Hormuz, jalur strategis yang pada masa damai menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia.

Pernyataan/Kejadian Isi Utama Dampak
Klaim Trump soal Iran Iran disebut kehilangan angkatan laut, angkatan udara, dan pertahanan udara Menunjukkan eskalasi retorika perang
Kondisi Mojtaba Khamenei Trump menyebut “90 persen sudah tidak ada” Memicu spekulasi soal keberadaannya
Serangan di Selat Hormuz Menargetkan Bahrain dan dua kapal tanker terkait UEA Menambah ketegangan regional

Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci dari Trump mengenai dasar pernyataannya soal Mojtaba Khamenei. Di tengah rangkaian serangan baru dan ancaman balasan, konflik Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik yang rawan meluas.

Source: www.viva.co.id
Terbaru