Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka akibat serangan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, yang menghantam kawasan permukiman di Rishon Lezion, Israel, pada Sabtu (14/6) pagi waktu setempat. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan rudal yang dilakukan Iran terhadap wilayah Israel.
Menurut pernyataan resmi dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mayoritas peluru kendali berhasil dicegat sebelum mencapai target. Namun, satu rudal berhasil menembus pertahanan dan jatuh langsung di antara dua rumah tinggal, yang menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan satu orang di masing-masing rumah tersebut. Insiden tragis ini semakin diperparah dengan laporan adanya bayi berusia tiga bulan yang selamat setelah terjebak di reruntuhan bangunan. “Bayi saya selamat secara ajaib,” ungkap sang ibu kepada petugas penyelamat.
Sehubungan dengan insiden tersebut, layanan medis darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan bahwa setidaknya sembilan orang mengalami luka ringan hingga sedang. Di tengah kerumunan korban, terdapat seorang perempuan berusia 60 tahun yang mengalami cedera serius. Kerusakan fisik yang disebabkan oleh ledakan ini cukup signifikan, mengakibatkan banyak bangunan dan kendaraan di sekeliling lokasi menjadi rusak parah. Sebanyak enam bangunan dipastikan terkena dampak serius, dan pihak berwenang telah mengerahkan 14 tim pemadam kebakaran dan penyelamat untuk mencari kemungkinan korban yang terjebak di bawah puing-puing.
Kejadian ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sekitar satu jam sebelum serangan, sirene peringatan berbunyi di sejumlah kota di Israel bagian utara, termasuk Beit She’an, Nazareth, dan Dataran Tinggi Golan bagian selatan. IDF menjelaskan bahwa mereka sedang berusaha menghalau gelombang serangan rudal yang keempat dari Iran pada saat itu. Gelombang serangan sebelumnya dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari.
Selain itu, IDF juga berhasil menembak jatuh tiga drone Iran yang mengarah ke wilayah Israel dalam operasi untuk melindungi penduduk. Pejabat pemerintah Amerika Serikat menyampaikan kepada media bahwa sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD milik Amerika Serikat telah membantu dalam mencegat beberapa rudal yang diluncurkan oleh Iran. Meskipun demikian, keterlibatan AS dalam insiden ini disebutkan lebih terbatas jika dibandingkan dengan dukungan penuh yang diberikan pada tahun lalu.
Serangan ini mengindikasikan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Para analis memprediksi bahwa ketegangan ini mungkin akan berlanjut, mengingat banyaknya peluncuran rudal dan instrumen militer lainnya yang digunakan oleh kedua belah pihak.
Ketua IDF, Jenderal Herzi Halevi, mengingatkan bahwa Israel tidak akan mentolerir setiap bentuk ancaman terhadap keamanannya. “Kita akan terus melakukan segala upaya untuk melindungi warga kita dan memastikan keamanan negara,” ungkapnya dalam pidato setelah serangan. Dengan meningkatnya ancaman, Israel dipaksa untuk memperkuat sistem pertahanannya agar dapat merespons dengan cepat terhadap serangan semacam ini.
Insiden di Rishon Lezion ini adalah pengingat yang pahit mengenai dampak nyata dari konflik berskala internasional yang tidak hanya mempengaruhi keamanan negara, tetapi juga mengakibatkan dampak kemanusiaan yang mendalam. Dalam situasi seperti ini, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan menjadi semakin penting, meskipun banyak yang meragukan apakah perjanjian damai dapat dicapai di tengah meningkatnya eskalasi militer.







