Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendorong Kepala Perusahaan Energi Negara Naftogaz, Sergii Koretskyi, sebagai kandidat terkuat untuk menjadi perdana menteri baru. Langkah ini muncul saat Kyiv masuk ke perombakan kabinet kedua dalam setahun terakhir, di tengah perang yang belum mereda dengan Rusia.
Perubahan itu tidak berhenti di kursi perdana menteri. Zelenskyy juga mengganti Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, keputusan yang memicu sorotan karena terjadi saat Ukraina masih berupaya memperkuat tekanan militer terhadap Rusia.
Fokus ke musim dingin dan infrastruktur energi
Zelenskyy mengatakan prioritas pemerintah sudah jelas, yakni mempersiapkan diri menghadapi musim dingin. Ukraina diperkirakan kembali menghadapi serangan Rusia terhadap infrastruktur energi ketika suhu turun dan kebutuhan listrik meningkat.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy menyebut Koretskyi sebagai sosok yang paling siap untuk memimpin pemerintahan setelah melalui berbagai konsultasi. Jika parlemen menyetujuinya, ia akan menggantikan Yulia Svyrydenko yang baru sekitar satu tahun menjabat.
Parlemen Ukraina telah menerima pengunduran diri Svyrydenko pada Selasa dan dijadwalkan memilih penggantinya pada Kamis. Dengan mayoritas kursi yang masih dikuasai partai Zelenskyy, kandidat pilihannya diperkirakan mendapat dukungan cukup kuat.
| Posisi | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Calon PM | Sergii Koretskyi | Kepala Naftogaz, disebut paling siap memimpin pemerintahan |
| PM sebelumnya | Yulia Svyrydenko | Telah diberhentikan, baru sekitar satu tahun menjabat |
| Calon Menteri Pertahanan | Ihor Klymenko | Disebut sejumlah anggota parlemen sebagai pilihan Zelenskyy |
| Menteri Pertahanan sebelumnya | Mykhailo Fedorov | Baru menjabat enam bulan sebelum mengumumkan pengunduran diri |
Kritik atas pergantian di bidang pertahanan
Pencopotan Fedorov menimbulkan pertanyaan di parlemen. Sejumlah anggota menilai keputusan itu janggal karena Ukraina sedang meningkatkan penggunaan drone jarak jauh untuk menekan Rusia di medan perang.
Fedorov, yang berusia 35 tahun, dikenal sebagai tokoh pendorong inovasi teknologi dan bukan berasal dari struktur tradisional Kementerian Pertahanan. Karena itu, sebagian pihak menilai kehadirannya sempat memberi harapan pada reformasi di sektor pertahanan.
Oleksandr Merezhko, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina sekaligus anggota partai Zelenskyy, menyatakan kekecewaannya. Ia menulis di media sosial bahwa Fedorov sangat dihormati oleh mitra internasional dan namanya dikaitkan dengan harapan reformasi nyata di Kementerian Pertahanan.
Kritik juga datang dari Maria Berlinska, aktivis relawan dan pendukung teknologi perang drone. Ia menilai keputusan mengganti Fedorov sebagai salah satu kesalahan terbesar Zelenskyy dan menyebut dampaknya bisa sangat besar bagi banyak orang.
Strategi politik baru di balik perombakan
Zelenskyy belum menjelaskan secara rinci alasan reshuffle terbaru ini. Ia hanya menyebut Ukraina tengah menjalankan “strategi politik baru” yang membutuhkan penunjukan pejabat baru di pemerintahan dan lembaga penegak hukum.
Strategi itu, menurut Zelenskyy, akan difokuskan pada beberapa prioritas luar negeri. Di antaranya kerja sama produksi sistem pertahanan udara Patriot melalui lisensi, percepatan upaya bergabung dengan Uni Eropa, serta penguatan hubungan dengan kawasan Teluk.
Zelenskyy menyebut kawasan Teluk sebagai salah satu wilayah paling menjanjikan di dunia untuk kerja sama keamanan dan ekonomi. Di saat yang sama, pemerintahan Ukraina tetap harus menjaga stabilitas internal sambil menghadapi ancaman serangan Rusia terhadap infrastruktur energi menjelang musim dingin.
Source: www.liputan6.com






