Seorang warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Iran sejak Desember 2024 akhirnya dibebaskan dan kini dalam perjalanan pulang ke AS. Presiden Donald Trump mengumumkan kabar itu sambil menyebut langkah Teheran sebagai isyarat niat baik.
Pembebasan ini menyorot lagi hubungan yang tetap rapuh antara Washington dan Teheran. Di saat yang sama, sejumlah warga Amerika lain masih diyakini berada dalam tahanan Iran, sementara tensi militer di kawasan terus naik.
Trump Sebut Warga Itu Sudah Aman
Melalui Truth Social, Trump mengatakan warga Amerika tersebut ditahan secara tidak sah tanpa menyebut namanya secara eksplisit. Ia menulis, “Dia sekarang sudah aman di luar Iran dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik dari Iran ini!”
Pengacara hak asasi manusia internasional Jared Genser, yang mewakili Dena Karari, juga menyampaikan bahwa pembebasan itu tidak akan terjadi tanpa upaya luar biasa dan gigih dari Trump. Karari adalah warga negara ganda AS-Iran yang menjalankan organisasi nirlaba dan sebelumnya ditahan atas tuduhan spionase yang oleh pengacaranya disebut palsu.
Negosiasi yang Tidak Dijelaskan Terbuka
Baik pihak Trump maupun Genser tidak menjelaskan secara rinci bagaimana pembebasan itu berhasil diamankan. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri juga belum memberikan komentar tambahan terkait detail negosiasi tersebut.
MediaIndonesia.com melaporkan bahwa Iran memiliki sejarah panjang menahan warga asing sebagai pengaruh politik. Laporan The Washington Post pada April lalu juga menyebut pemerintahan Trump berniat meminta pembebasan warga Amerika sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang.
Masih Ada Warga Amerika Lain yang Ditahan
Sejumlah warga Amerika lain masih diyakini berada dalam tahanan Iran. Di antaranya Kamran Hekmati, seorang pedagang perhiasan Yahudi-Amerika, dan Reza Valizadeh, seorang jurnalis.
Pemerintahan Trump menetapkan keduanya sebagai warga yang ditahan secara tidak sah, kategori resmi yang menganggap mereka sebagai sandera politik. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya juga menetapkan Iran sebagai Negara Sponsor Penahanan yang Tidak Sah dan memperingatkan warga AS untuk tidak bepergian ke sana.
| Nama | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Dena Karari | Bebas | Warga negara ganda AS-Iran, ditahan sejak Desember 2024 |
| Kamran Hekmati | Masih ditahan | Pedagang perhiasan Yahudi-Amerika |
| Reza Valizadeh | Masih ditahan | Jurnalis |
Ketegangan Militer di Selat Hormuz
Pembebasan Karari terjadi ketika hubungan Washington dan Teheran berada di titik rendah. Meski sempat ada penandatanganan perjanjian damai awal pada Juni lalu, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi militer yang signifikan.
Komando Pusat AS atau Centcom melaporkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak yang menuju Pulau Kharg, Iran, sebagai bagian dari blokade laut. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan serangan terhadap aset militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait pada Kamis pagi.
Kedua belah pihak kini juga memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang membawa seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Di tengah pertarungan itu, pembebasan satu warga Amerika menjadi sinyal kecil yang tetap penting di antara rangkaian ketegangan yang belum mereda.
