Anwar Akan Jelaskan Kerugian KWAP di eFishery, Dana Pensiun PNS Malaysia Terimbas

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan memberikan penjelasan di parlemen terkait kerugian investasi dana pensiun pegawai negeri Malaysia pada startup akuakultur Indonesia, eFishery. Isu ini menjadi perhatian karena investasi tersebut dilakukan oleh Kumpulan Wang Persaraan atau KWAP, lembaga dana pensiun bagi pegawai negeri sipil Malaysia.

Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, mengatakan akan menjawab pertanyaan mengenai perkara tersebut di Dewan Negara. “Saya akan menjawab pertanyaan di Dewan Negara besok,” kata Anwar kepada media di Ipoh, Perak, pada Minggu.

Investasi KWAP dan Dugaan Manipulasi Laporan

Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya mengonfirmasi bahwa KWAP menjadi korban penipuan terorganisir dalam investasi di eFishery. Kasus itu disebut berkaitan dengan manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

Menurut keterangan tertulis KWAP, nilai investasi lembaga tersebut di eFishery mencapai 163,4 juta ringgit. Kepemilikan itu setara dengan sekitar 2,51 persen dari total saham perusahaan.

Posisi tersebut membuat KWAP berstatus sebagai pemegang saham minoritas di eFishery. Mayoritas saham perusahaan disebut berada di tangan investor lain, termasuk investor institusional global yang juga terdampak pelanggaran tersebut.

KWAP menyatakan telah mengambil langkah tindak lanjut sesuai kerangka tata kelola dan akuntabilitas internal yang berlaku. Pernyataan itu menegaskan bahwa lembaga tersebut telah menangani dampak investasi melalui mekanisme internalnya.

Perhatian Parlemen dan Pemeriksaan MACC

Penjelasan Anwar di Dewan Negara dinantikan karena menyangkut dana pensiun pegawai negeri Malaysia dan investasi lintas negara. Sebagai Menteri Keuangan, Anwar berada pada posisi penting untuk menerangkan perkembangan penanganan isu tersebut kepada parlemen.

Komisi Anti Korupsi Malaysia atau MACC juga membentuk sebuah tim untuk mempelajari dan memeriksa perkara kerugian investasi itu secara menyeluruh. Keterlibatan lembaga antikorupsi tersebut memperluas perhatian terhadap dugaan pelanggaran yang memicu kerugian bagi investor.

Informasi mengenai nilai investasi dan porsi kepemilikan KWAP disampaikan lembaga tersebut dalam pernyataan resminya. www.viva.co.id melaporkan bahwa KWAP menempatkan investasinya sebagai kepemilikan minoritas di perusahaan rintisan tersebut.

Profil Singkat eFishery

eFishery merupakan perusahaan rintisan teknologi akuakultur asal Indonesia yang didirikan pada 2013. Perusahaan ini awalnya dikenal sebagai pelopor solusi budidaya perikanan cerdas, termasuk mesin pakan ikan otomatis yang dapat dikendalikan.

Perkembangan perkara ini juga terkait dengan kasus hukum yang menjerat salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah. Tahun lalu, ia dilaporkan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan di Bandung, Jawa Barat, setelah dinyatakan bersalah atas tindak pidana penggelapan dan pencucian uang.

Kasus investasi ini menempatkan eFishery dalam sorotan investor dan otoritas di Malaysia. Penjelasan Anwar di parlemen serta pemeriksaan MACC akan menjadi bagian dari tindak lanjut terhadap kerugian yang dialami KWAP sebagai pemegang saham minoritas.

Source: www.viva.co.id
Terkait