Militer Iran mengumumkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, serangan itu disebut menyasar fasilitas di Camp Al Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Klaim serangan ini muncul di tengah eskalasi balasan antara Teheran dan Washington yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Kuwait menyatakan angkatan bersenjatanya sedang menghadapi ancaman rudal dan drone serta menjalankan respons pertahanan udara.
Target yang Disebut dalam Pernyataan Iran
Menurut laporan www.viva.co.id yang mengutip IRIB dan Anadolu, Iran menyebut gudang amunisi di Camp Al Adiri sebagai salah satu sasaran. Iran juga menyatakan sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem turut diserang.
| Lokasi | Target yang Disebut Iran |
|---|---|
| Camp Al Adiri | Gudang amunisi |
| Pangkalan Udara Ali Al Salem | Sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara |
Pernyataan Iran menempatkan dua fasilitas tersebut dalam daftar lokasi yang diklaim digunakan oleh militer AS di kawasan. Teheran menyebut serangan ke Kuwait sebagai bagian dari respons terhadap rangkaian serangan AS terhadap sejumlah lokasi di Iran.
Informasi mengenai sasaran tersebut berasal dari versi militer Iran. Sementara itu, pernyataan dari pihak Kuwait berfokus pada langkah pertahanan terhadap ancaman yang sedang dihadapi negaranya.
Kuwait Sebut Pertahanan Udara Mencegat Target
Militer Kuwait menyampaikan bahwa angkatan bersenjata negara itu merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial X pada Minggu, 19 Juli 2026.
“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” kata angkatan bersenjata Kuwait. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa suara ledakan yang terdengar berkaitan dengan operasi sistem pertahanan udara.
Otoritas militer Kuwait juga mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan pemerintah. Imbauan itu disampaikan ketika ancaman dari rudal dan drone menjadi perhatian utama di wilayah negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Kuwait tidak merinci kerusakan pada fasilitas yang disebut Iran sebagai target. Pihak Kuwait juga tidak memberikan rincian tambahan mengenai jumlah drone atau rudal yang dihadapi dalam respons pertahanan udara itu.
Eskalasi Berlanjut Meski Ada Nota Kesepahaman
Selama hampir sepekan terakhir, Amerika Serikat disebut telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di sejumlah negara kawasan, termasuk Kuwait.
Konflik ini berlangsung meskipun Washington dan Teheran pada Juni telah menandatangani nota kesepahaman. Nota tersebut dimediasi Pakistan dengan tujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.
Namun, rangkaian serangan dan balasan yang terus berlanjut menunjukkan ketegangan belum mereda. Serangan drone yang diklaim Iran serta respons pertahanan udara Kuwait menjadi perkembangan terbaru dalam eskalasi antara Iran dan AS di kawasan.
Fokus perhatian kini tertuju pada keamanan fasilitas militer dan wilayah udara Kuwait di tengah ancaman yang masih berlangsung. Militer Kuwait menekankan pentingnya kepatuhan publik terhadap arahan resmi selama situasi keamanan berkembang.
Source: www.viva.co.id






