Penumpang di bandara Amerika Serikat kini tidak perlu lagi melepas sepatu saat melakukan pemeriksaan keamanan, mengikuti kebijakan baru yang diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, pada Selasa (8/7/2025). Kebijakan ini berlaku setelah lebih dari dua dekade aturan tersebut diterapkan, yang dimulai pada tahun 2006 sebagai respon terhadap insiden terorisme pada tahun 2001 oleh Richard Reid, yang berusaha menyelundupkan bahan peledak di sepatunya.
Kristi Noem menjelaskan bahwa dalam dua puluh tahun terakhir, teknologi keamanan telah mengalami perubahan signifikan. Ia menekankan bahwa meskipun kebijakan melepas sepatu dihapus, hal ini tidak akan menurunkan standar keamanan penerbangan di AS. “Kami percaya bahwa kami bisa terus melayani masyarakat dan wisatawan dengan baik, sekaligus menjaga keamanan dalam negeri,” papar Noem dalam konferensi pers di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington.
Reid, yang terdidik sebagai anggota kelompok teroris Al-Qaeda, ditangkap setelah penumpang lain menggagalkan upayanya untuk menyalakan sumbu bom di sepatu yang ia kenakan. Ia akhirnya divonis bersalah atas tindakan terorisme dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Kebijakan melepas sepatu diadopsi sebagai langkah pencegahan setelah kejadian tersebut, yang membuat proses pemeriksaan di bandara menjadi lebih ketat.
Dengan dihapuskannya aturan ini, Badan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) menyatakan bahwa elemen keamanan lainnya masih berlaku dan penumpang tetap harus menjalani berbagai prosedur pemeriksaan, termasuk verifikasi identitas dan pemeriksaan secure flight. “Pendekatan keamanan berlapis TSA masih berlaku, meskipun aturan lepas sepatu dihapus,” jelas pernyataan resmi TSA.
Sejak tragedi 11 September 2001, sejumlah serangan teroris—baik yang berhasil maupun yang digagalkan—telah menyebabkan pengetatan kebijakan keamanan di bandara. Ini termasuk pembatasan cairan yang dapat dibawa penumpang dan kewajiban untuk memeriksa perangkat elektronik secara terpisah. Kebijakan terbaru ini, menurut para pejabat, mencerminkan peningkatan teknologi keamanan dan upaya untuk menyederhanakan proses pemeriksaan tanpa mengabaikan keselamatan.
Perubahan kebijakan ini diharapkan dapat membawa kenyamanan lebih bagi penumpang yang seringkali menghabiskan waktu lebih lama di antrean pemeriksaan keamanan. Dalam kasus ini, langkah untuk menghapus aturan melepas sepatu dapat dianggap sebagai sinyal bahwa otoritas keamanan AS memiliki keyakinan lebih besar pada sistem keamanan saat ini.
Sementara itu, masyarakat umum menyambut baik kebijakan ini, yang dianggap akan mempercepat proses pemeriksaan di bandara. Namun, sejumlah pengamat tetap memperingatkan bahwa perubahan ini memerlukan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam transportasi udara.
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini mencerminkan perubahan dalam pendekatan keamanan penerbangan di seluruh dunia. Negara-negara lain diharapkan akan melihat hasil dari kebijakan ini sebagai acuan dalam menentukan langkah-langkah yang sama.
Dengan langkah ini, diharapkan pengalaman penerbangan di AS menjadi lebih baik, sekaligus tetap menjaga standar tinggi dalam hal keamanan. Seiring dengan meningkatnya teknologi dan strategi keamanan, industri penerbangan diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta harapan penumpang di masa depan.




