Kylian Mbappé, striker bintang Real Madrid, menjadi sorotan setelah terpaksa absen dalam tiga laga penyisihan grup Piala Dunia Antarklub 2025. Penyebabnya ternyata bukan hanya masalah kesehatan biasa, melainkan keracunan makanan yang cukup serius akibat konsumsi ayam basi. Meski sebelumnya dilaporkan mengalami gastritis, media Prancis, L’Équipe, mengungkap bahwa kondisinya lebih parah dari yang diperkirakan.
Setelah tiba di Amerika Serikat, Mbappé mengalami gejala demam, mual, dan sakit perut yang akut. Tim medis membawa Mbappé ke rumah sakit pada 18 Juni 2025 setelah ia menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang cukup mencolok, terlebih setelah beradaptasi dengan cuaca panas. Awalnya, para dokter menduga ia mengalami radang usus buntu, namun pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa keracunan makanan adalah penyebab utama dari sakitnya.
Dari kejadian tersebut, Mbappé kehilangan berat badan hingga 5 kilogram. Penurunan berat badan ini tidak hanya membuatnya merasa lemah tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan manajemen tim. Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memutuskan untuk tidak menurunkan sang bintang dalam tiga laga fase grup, termasuk pertandingan imbang melawan Al Hilal, dan kemenangan melawan Pachuca dan Salzburg.
Selama absennya Mbappé, Gonzalo Garcia, striker muda berusia 21 tahun, mengambil alih peran lini depan dan menunjukkan performa yang luar biasa. Dengan mencetak empat gol dalam lima laga, Garcia ini bersaing ketat dalam perburuan Sepatu Emas, menjadikannya sebagai salah satu pemain menarik dalam turnamen ini.
Kondisi yang dialami Mbappé mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keamanan dan kualitas makanan, terutama bagi atlet yang memiliki tuntutan fisik yang tinggi. Insiden ini seharusnya menjadi peringatan bagi semua tim untuk lebih memperhatikan asupan makanan para pemain agar terhindar dari risiko yang sama.
Setelah menjalani pemulihan, Mbappé kembali diturunkan di babak 16 besar melawan Juventus, di mana ia berhasil mencetak gol. Kembalinya ia ke lapangan memberikan dampak yang signifikan bagi tim, terutama menjelang fase eliminasi yang semakin mendekat. Real Madrid berharap dengan perlahan, Mbappé akan kembali ke performa puncaknya.
Situasi Mbappé menunjukkan betapa rentannya kesehatan seorang atlet, meski tampil di level tertinggi. Ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun memiliki kemampuan luar biasa, mereka tetap harus menjaga stamina dan kesehatan agar dapat memberikan yang terbaik di lapangan.
Di balik petaka ini, publik menunggu penampilan selanjutnya dari Mbappé. Dengan dia kembali ke performa terbaiknya, harapan untuk membawa Real Madrid meraih sukses di turnamen ini semakin besar. Insiden seperti ini mengajarkan kita bahwa kehidupan seorang atlet profesional tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga tantangan yang harus mereka hadapi di luar lapangan.




