Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mempercepat kerja sama konkret antara Indonesia dan Brasil, terutama dalam sektor pertanian dan energi bersih. Pada pernyataan pers bersama Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Planalto, Brasilia, Prabowo menyatakan bahwa Brasil adalah model yang inspiratif dalam penggunaan biofuel dan inovasi pertanian. “Kami ingin belajar dari pengalaman Brasil yang telah mencapai produktivitas luar biasa dalam bidang pertanian,” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan komitmen Indonesia untuk mencapai 100 persen energi terbarukan dalam waktu sepuluh tahun ke depan. Dalam hal ini, ia menekankan kesiapan Brasil untuk menerima lebih banyak tim teknis Indonesia untuk mempelajari teknologi modernisasi pertanian dan pengembangan energi terbarukan. “Kami melihat keberhasilan Brasil sebagai dorongan untuk mengejar kemajuan yang telah dicapai,” tambah Prabowo.
Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam pembicaraan tersebut. Prabowo menjelaskan bahwa dengan mempelajari program-program Brasil, Indonesia berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan wanita hamil. “Kami tengah menjalankan program ambisius untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi 82,9 juta porsi per hari pada Desember 2025,” jelasnya.
Kerja sama bilateral tak hanya terbatas pada sektor pangan dan energi, tetapi juga mencakup pertahanan. Prabowo menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan berperan penting dalam memperluas kerja sama ini. “Kami ingin melanjutkan kerja sama ini melalui produksi bersama dan transfer teknologi, serta meningkatkan pelatihan personel militer,” ungkap Prabowo.
Dalam suasana hangat, Presiden Lula da Silva menyambut kehadiran Prabowo dengan upacara militer. Langkah tersebut menegaskan hubungan baik antara kedua negara. Prabowo yang mengenakan setelan jas biru tua dan peci hitam, menjalani prosesi inspeksi pasukan kehormatan yang diiringi sambutan meriah.
Dengan latar belakang yang kuat dalam pertanian dan energi terbarukan, Brasil dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia. Sebagai negara dengan luas lahan pertanian yang besar dan teknologi biofuel yang maju, Brasil telah menunjukkan bahwa kemandirian energi dan ketahanan pangan bisa berjalan seiring.
Berbagai data menunjukkan bahwa Brasil telah berhasil meningkatkan produktivitas pertanian sambil mengurangi dampak lingkungan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Indonesia yang berupaya untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu dekat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan inovasi yang telah dilakukan Brasil serta memperbanyak penelitian dan pengembangan di bidang pertanian modern.
Seiring dengan itu, Prabowo menegaskan pentingnya untuk berinvestasi dalam teknologi pertanian dan penciptaan solusi berkelanjutan. “Langkah ini penting untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya. Dengan komitmen yang kuat untuk mengejar teknologi tepat guna, Indonesia bisa lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Kerjasama ini juga menjadi suatu sinyal positif bagi dunia internasional bahwa Indonesia dan Brasil, dua negara dengan potensi besar di bidang pangan dan energi, dapat saling berkontribusi untuk menciptakan ketahanan yang lebih baik tidak hanya di dalam negeri masing-masing, tetapi juga secara global. Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi negara lain untuk melaksanakan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Kedua pemimpin negara tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang erat tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat persahabatan antarbangsa melalui berbagai inisiatif strategis. Dialog yang telah dibangun merupakan langkah awal yang baik dalam menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi masa depan kedua negara.




