Macron Umumkan Tambahan Anggaran Militer Prancis Hingga Rp 123 Triliun

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan penambahan anggaran militer sebesar 6,5 miliar euro (sekitar Rp 123 triliun) pada Minggu (13/7/2025). Keputusan ini diambil dalam konteks meningkatnya ancaman terhadap keamanan global, yang meliputi agresi Rusia, penyebaran senjata nuklir, serta ancaman terorisme dan serangan siber.

Dalam pidatonya, Macron mengemukakan bahwa anggaran pertahanan tahunan Prancis akan difokuskan untuk mencapai angka 64 miliar euro pada tahun 2027, mengingat tahun itu menjadi akhir masa jabatannya. “Kebebasan tidak pernah begitu terancam seperti saat ini, kita berhadapan dengan ancaman nuklir dan konflik berskala besar,” ungkapnya. Peningkatan anggaran ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pertahanan negara di tengah berbagai tantangan internasional.

Anggaran tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan anggaran sebelumnya yang hanya sebesar 32 miliar euro saat Macron menjabat pada 2017. Pernyataan ini menyoroti komitmen Prancis untuk meningkatkan kekuatan militer, dengan Macron menegaskan, “Untuk bebas di dunia ini, kita harus ditakuti, dan untuk ditakuti, kita harus kuat.” Ia menambahkan bahwa meskipun Prancis saat ini berusaha mengurangi utang nasional, dana untuk peningkatan anggaran militer dapat ditemukan.

Peningkatan anggaran ini mendapatkan dukungan luas dari partai-partai konservatif dan sayap kanan ekstrem. Namun, partai-partai sayap kiri mengecam langkah tersebut, menganggap bahwa pemerintah justru mengorbankan anggaran untuk program kesejahteraan sosial yang telah berjuang untuk diperoleh. Ketua Partai Kiri, Jean-Luc Mélenchon, berpendapat bahwa anggaran tambahan ini menunjukkan prioritas pemerintah yang keliru dalam menghadapi kebutuhan sosial masyarakat.

Macron mengemukakan bahwa penambahan anggaran ini adalah bagian dari upaya untuk melindungi Eropa dan mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang luas. Dianggap sebagai langkah strategis, anggaran baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas militer Prancis, termasuk pengembangan senjata dan teknologi pertahanan lainnya.

Indonesia dan negara-negara lain memantau langkah ini dengan cermat, mengingat dampaknya terhadap dinamika keamanan regional dan global. Prancis, dengan sejarah panjangnya dalam kebijakan luar negeri yang aktif, tampaknya bergerak ke arah yang lebih terfokus pada pertahanan. Meski ada risiko akan ketegangan lebih lanjut dengan negara-negara tertentu, Macron percaya bahwa investasi dalam pertahanan adalah investasi untuk masa depan.

Berkaitan dengan situasi keamanan yang lebih luas, banyak pengamat yang menyatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan dalam konteks ini juga mencerminkan keputusan strategis untuk menanggapi perubahan lanskap geopolitik yang lebih luas. Dengan ancaman yang terus berkembang dan kompleksitas yang semakin meningkat, negara-negara seperti Prancis merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Di tengah perdebatan yang berlangsung mengenai anggaran tersebut, Macron tetap teguh pada pandangannya bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama.

Menghadapi tantangan militer dan keamanan yang terus berkembang, Prancis berkomitmen untuk bermain peran aktif dalam menjamin keamanan Eropa dan melindungi nilai-nilai demokrasi. Langkah ini kemungkinan besar akan mengubah cara Prancis beroperasi dalam arena internasional dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama di Eropa.

Dengan pengumuman ini, perhatian kini tertuju pada implementasi rencana anggaran dan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi hubungan Prancis dengan negara-negara lain, serta dampaknya terhadap rakyat Prancis sendiri.

Berita Terkait

Back to top button