Makan Malam Bereng: Prabowo dan Macron Diskusikan Solusi Konflik Israel-Palestina

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas berbagai isu strategis, termasuk konflik Israel-Palestina, dalam jamuan makan malam privat di Istana Élysée pada 14 Juli 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi damai yang berkelanjutan bagi situasi di Timur Tengah. Dalam pernyataan setelah pertemuan, Prabowo menekankan pentingnya dukungan untuk solusi dua negara, yang dinilai sebagai jalan terbaik menuju perdamaian jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan, “Ya dibahas, Prancis mendukung two-state solution.” Pernyataan ini mencerminkan posisi Prancis yang berusaha untuk berperan aktif dalam mempertemukan kedua belah pihak dalam konflik yang telah berlarut-larut ini. Dengan menyatakan dukungannya terhadap penyelesaian yang adil, kedua pemimpin menunjukkan komitmen mereka terhadap stabilitas di kawasan tersebut.

Pertemuan di Istana Élysée bukan hanya menjadi ajang diskusi soal konflik Israel-Palestina. Prabowo dan Macron juga membahas berbagai isu lain yang dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara. “Kemarin (14/7) suatu pertemuan, makan malam tapi ya kita bahas banyak masalah kerja sama Indonesia dan Prancis,” ungkap Prabowo di Bandara Orly setelah pertemuan.

Jamuan makan malam tersebut diselenggarakan setelah perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, di mana Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan. Kehadirannya sebagai presiden Indonesia pertama yang diundang memberikan warna baru pada diplomasi antara kedua negara. Selain menunjukkan keharmonisan hubungan, jamuan ini juga menjadi simbol komitmen kedua negara untuk berkolaborasi lebih erat dalam menghadapi isu-isu global.

Bastille Day sendiri merupakan perayaan yang dimulai pada tahun 1880, bertujuan untuk memperingati momen bersejarah revolusi Prancis. Dalam tradisi ini, biasanya pemimpin dunia diundang sebagai tamu kehormatan, menciptakan ruang diplomasi yang lebih luas. Sebelum Prabowo, beberapa pemimpin terkemuka seperti Nelson Mandela dan Donald Trump juga pernah diundang menjadi tamu kehormatan.

Dalam jamuan makan malam, Macron menyajikan berbagai hidangan khas Prancis yang tidak hanya memperlihatkan budaya kuliner, tetapi juga menandakan kedekatan antara kedua negara. Pertemuan ini juga merupakan dampak dari 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama di masa mendatang.

Upaya Prancis untuk memediasi konflik Israel-Palestina tetap relevan, mengingat ketegangan di kawasan tersebut yang terus berlanjut. Prabowo dan Macron sepakat bahwa penyelesaian konflik ini membutuhkan komitmen dari berbagai pihak dan dukungan internasional yang kuat. “Jamuan santap malam ini bukan sekadar agenda protokoler, tetapi simbol persahabatan dua bangsa,” tambah Prabowo, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk merespons tantangan global.

Prabowo dan Macron juga membahas isu-isu strategis lainnya yang mempengaruhi masyarakat global, termasuk ekonomi, keamanan, dan perubahan iklim. Dalam konteks ini, keduanya sepakat untuk memanfaatkan posisi masing-masing sebagai platform untuk berkontribusi positif terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi dunia saat ini.

Pertemuan tersebut menghasilkan pembicaraan yang produktif dan menciptakan harapan baru bagi kerja sama bilateral. Keduanya berharap hubungan yang lebih erat dapat menjadi bagian integral dalam menyikapi tantangan yang kompleks di era global saat ini. Melalui diskusi ini, Prabowo dan Macron tidak hanya menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perdamaian, tetapi juga menunjukkan potensi yang ada dalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Berita Terkait

Back to top button