Paus Leo XIV menegaskan kembali seruan untuk gencatan senjata di Gaza setelah insiden tragis yang menewaskan tiga orang di Gereja Keluarga Kudus, Gaza City. Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan Israel saat sejumlah pengungsi berlindung di gereja, menimbulkan kepanikan dan kecemasan di kalangan umat yang berada di dalamnya. Dalam telegram yang disampaikan oleh Sekretaris Negara Vatikan, Paus menyatakan rasa duka cita mendalam atas hilangnya nyawa akibat serangan militer tersebut, serta mengekspresikan solidaritasnya kepada Pastor Gabriele Romanelli dan seluruh komunitas paroki.
Setidaknya sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis. Korban tewas diidentifikasi sebagai Saad Issa Kostandi Salameh, 60 tahun; Foumia Issa Latif Ayyad, 84 tahun; dan Najwa Abu Daoud. Patriarkat Latin Yerusalem, yang mengawasi gereja tersebut, melaporkan bahwa gedung gereja mengalami kerusakan parah akibat serangan. Foto-foto yang beredar menunjukkan atap gereja dengan lubang besar serta puing-puing berserakan di sekitarnya.
Pernyataan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebutkan bahwa insiden ini merupakan tragedi dan menegaskan keprihatinan atas kehilangan setiap nyawa tak bersalah. Militer Israel (IDF) menjelaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa tembakan yang mengenai gereja tersebut merupakan pecahan peluru dari operasi di sekitar lokasi. Namun, Kardinal Pierbattista Pizzaballa menegaskan bahwa serangan itu berasal dari tank dan bukan karena salah sasaran.
Reaksi negatif terhadap insiden ini tidak hanya datang dari Israel. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.” Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem juga mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap dignitas manusia dan kesucian tempat ibadah. Saat kejadian, terdapat sekitar 600 pengungsi di dalam kompleks gereja, yang termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas. Caritas Jerusalem mencatat bahwa jika Pastor Romanelli tidak meminta mereka tetap berada di dalam ruangan, jumlah korban bisa mencapai puluhan.
Konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Hamas telah menambah kompleksitas situasi ini. Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sekitar 1.200 orang Israel dilaporkan tewas, sementara serangan balasan Israel telah merenggut lebih dari 58.500 nyawa warga Gaza, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola oleh Hamas. PBB juga mengonfirmasi bahwa angka tersebut adalah salah satu sumber data paling dapat dipercaya.
Serangan pada Kamis lalu mencatatkan lebih dari 20 kematian warga Gaza akibat serangan udara Israel, termasuk di antara mereka delapan orang yang sedang menjaga truk bantuan serta satu keluarga yang terdiri dari tujuh anggota. Dalam konteks krisis ini, Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata segera dan mengajak semua pihak untuk berdialog, menyusul harapannya akan terciptanya rekonsiliasi dan perdamaian yang abadi di kawasan tersebut.
Di tengah perjalanan yang penuh tantangan ini, seruan Paus Leo XIV menggambarkan keinginan mendalam untuk menemukan solusi damai dalam situasi yang semakin memprihatinkan ini. Dengan harapan akan dialog dan pengertian, dunia mengamati dengan seksama perkembangan hubungan di kawasan yang telah lama dilanda konflik ini.




