CEO perusahaan teknologi Astronomer, Andy Byron, mengundurkan diri setelah tertangkap kamera berpelukan dengan Kristin Cabot, Kepala Divisi SDM perusahaannya, saat menghadiri konser Coldplay di Boston. Insiden ini memicu reaksi luas di kalangan publik setelah video TikTok yang memperlihatkan momen tersebut menjadi viral, dengan lebih dari 9 juta tampilan.
Pengunduran diri Byron diumumkan secara resmi oleh Astronomer melalui akun media sosial X pada Sabtu, 19 Juli. Dalam pernyataan resmi, Dewan Direksi Astronomer menyatakan, “Andy Byron telah mengajukan pengunduran diri, dan Dewan Direksi telah menerimanya.” Langkah ini diambil setelah perusahaan memberikan cuti kepada Byron dan melakukan penyelidikan internal terkait insiden.
Video yang menjadi sorotan itu menunjukkan Byron dan Cabot berpelukan mesra di antara kerumunan penonton, hingga mereka menyadari terekam dalam “kiss cam” stadion dan berusaha menjauh. Momen tersebut bukan hanya mengundang komentar publik, tetapi juga perhatian dari merek-merek besar seperti Netflix dan Tesla, yang menanggapi dengan promosi kreatif di media sosial terkait insiden tersebut.
Sebagai langkah transisi kepemimpinan, Astronomer menunjuk Pete DeJoy, salah satu pendiri dan Chief Product Officer, sebagai CEO sementara. Perusahaan menyatakan akan segera melakukan pencarian untuk posisi CEO yang baru, meskipun mereka tetap fokus pada produk dan layanan teknologi yang ditawarkan. “Sebelum minggu ini, kami dikenal sebagai pelopor di bidang DataOps, membantu tim data menggerakkan segala bentuk analitik modern hingga AI produksi,” ungkap Astronomer dalam pernyataan mereka.
Meskipun situasi ini menciptakan eksposur yang luas, pihak perusahaan berusaha untuk menegaskan bahwa kualitas dan komitmen mereka kepada pelanggan tidak berubah. “Meskipun kesadaran publik terhadap perusahaan kami mungkin berubah dalam semalam, produk dan kerja kami untuk pelanggan tetap sama,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar langsung dari Andy Byron maupun Kristin Cabot mengenai hubungan mereka atau dampak dari insiden tersebut terhadap karier masing-masing. Dengan banyaknya sorotan dan spekulasi, situasi ini tentunya menjadi dilema bagi keduanya di arena profesional.
Astronomer, yang dikenal sebagai pelopor dalam DataOps, kini harus menghadapi tantangan besar akibat insiden ini. Ketika keseluruhan perhatian publik beralih ke kehidupan pribadi para pemimpin perusahaan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana perusahaan akan mengelola reputasi dan integritas mereka ke depan.




