Israel Serang Kembali Gaza Pakai Tank, 65 Orang Tewas dalam Serangan

Israel kembali melancarkan serangan militer di Gaza pada Senin, 21 Juli 2025, dengan penggunaan tank yang menggempur wilayah selatan dan timur kota, di mana ribuan warga Palestina yang mengungsi berada. Dalam serangan yang berlangsung intens tersebut, menurut laporan dari petugas medis, setidaknya 65 warga Palestina dilaporkan tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka.

Sumber berita Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan dari Deir el-Balah, bahwa suara tembakan senjata berat seperti tank dan jet tempur Israel terus terdengar di seluruh area tersebut. “Kami dapat melihat bahwa seluruh kota sedang diserang Israel. Kami tidak bisa tidur,” ungkap Azzoum, menyoroti ketegangan yang dirasakan oleh penduduk setempat.

Di Deir el-Balah, serangan ini mengakibatkan kerusakan parah, termasuk hancurnya rumah-rumah dan masjid. “Terjadi pemboman yang berkelanjutan, di mana kapal perang angkatan laut Israel juga turut menyerang beberapa permukiman,” kata Azzoum. Banyak warga yang panik melarikan diri, menggunakan kereta keledai dan moda transportasi lainnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Data dari sumber medis menunjukkan bahwa tiga warga Palestina menjadi korban dalam serangan terbaru ini, yang mencerminkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza. Selain korban jiwa, infrastruktur di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan yang signifikan.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, mengonfirmasi bahwa dua wisma tamu PBB di wilayah itu juga terkena dampak serangan. Dujarric menegaskan bahwa lokasi-lokasi tersebut, seperti halnya semua lokasi sipil, harus dilindungi, terlepas dari situasi yang tengah berlangsung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kediaman staf dan gudang utama mereka di Deir el-Balah juga hancur. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa dua staf organisasi tersebut dan dua anggota keluarga mereka ditahan oleh militer Israel, meskipun tiga diantaranya sudah dibebaskan sementara satu orang masih dalam penahanan.

Serangan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di daerah tersebut. Sebelumnya, pada Oktober 2023, serangan militer Israel juga menargetkan Deir el-Balah. Kini, seiring dengan meningkatnya tindakan militer dalam waktu hampir dua tahun terakhir, situasi di Gaza semakin memprihatinkan.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel telah menyebabkan eksodus penduduk, yang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari kekerasan. Lebih dari sekedar angka, kejadian seperti ini menggambarkan dampak dari konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, serangan di Gaza ini mengakibatkan tidak hanya hilangnya nyawa, tetapi juga semakin memperburuk kondisi hidup di wilayah yang sudah lama mengalami krisis kemanusiaan. Kesulitan akses pada kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi semakin parah di tengah ketegangan yang terus berlanjut.

Dalam konteks internasional, banyak pihak mengutuk serangan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban sipil. Kecaman tersebut menunjukkan keprihatinan global terhadap nasib warga Palestina yang terjebak dalam konfrontasi bersenjata yang berlarut-larut.

Terlepas dari berbagai seruan untuk menghentikan kekerasan, ketegangan antara kedua belah pihak masih terus berlanjut, menambah penderitaan bagi warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan di Gaza. Banyak yang berharap transaksi diplomatik dapat dibuka untuk meredakan ketegangan dan memperbaiki kondisi kemanusiaan di kawasan yang telah lama mengalami konflik ini.

Exit mobile version