Vatikan Siap Jadi Negara Netral Karbon Pertama Lewat Proyek Energi Surya

Setelah berpuluh-puluh tahun menghadapi berbagai kontroversi, lokasi pemancar Radio Vatikan di Santa Maria Galeria, yang terletak sekitar 35 kilometer utara Roma, kini akan diubah menjadi ladang surya. Pemerintah Italia telah menyetujui rencana Takhta Suci untuk mengembangkan lahan seluas 430 hektare sebagai sumber energi bersih. Proyek ini menjadi bagian dari ambisi Vatikan untuk menjadi negara netral karbon pertama di dunia.

Pejabat Vatikan menyebut proyek ini sebagai “simbolis dan strategis.” Diperkirakan biaya pengembangan ladang surya ini akan kurang dari €100 juta. Setelah persetujuan dari parlemen Italia, rencana ini akan dilanjutkan dengan proses lelang untuk kontrak pembangunan. Transformasi lahan yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi pemancar Radio Vatikan ini adalah langkah signifikan di era di mana perubahan iklim semakin mendesak untuk ditangani.

Selama lebih dari seratus tahun, Santa Maria Galeria menjadi basis dua lusin menara pemancar. Namun, dalam dekade terakhir, warga sekitar khawatir akan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik dari menara tersebut, dengan tuduhan terkait kasus leukemia pada anak-anak. Meskipun Vatikan membantah adanya keterkaitan, mereka telah mengurangi transmisi secara bertahap sebagai respons terhadap kekhawatiran publik.

Perjanjian baru mengenai lahan ini tak hanya fokus pada pengembangan energi terbarukan, tetapi juga memastikan lahan tersebut tetap bisa digunakan untuk pertanian. Ini merupakan langkah untuk meminimalkan dampak lingkungan dari proyek. Vatikan akan dibebaskan dari kewajiban pajak impor untuk panel surya, meskipun mereka tidak akan menerima subsidi energi yang biasanya diberikan oleh pemerintah Italia kepada warganya.

Sebagai hasil dari kolaborasi ini, Italia akan tetap dapat memasukkan pengeluaran dari ladang surya dalam target energi bersih Uni Eropa. Selain itu, kelebihan listrik yang dihasilkan oleh proyek ini akan disalurkan ke masyarakat di sekitar lokasi. Ini akan memberi manfaat tidak hanya bagi Vatikan tetapi juga bagi warga setempat.

Upaya untuk mendorong proyek ini tidak terlepas dari inisiatif Paus Fransiskus, yang telah menyerukan perlunya transisi energi yang adil sejak tahun lalu. Paus saat ini, Leo XIV, mendukung proyek ini saat mengunjungi lokasi pada bulan Juni lalu, menegaskan bahwa akan “mewujudkan visi Fransiskus” untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan langkah ini, Vatikan menunjukkan komitmen tegas terhadap perlindungan lingkungan serta mendukung usaha global untuk mengatasi perubahan iklim. Proyek ini bukan sekadar usaha untuk menyediakan energi bersih, tetapi juga simbol harapan bagi banyak orang mengenai keberlanjutan dan kepedulian terhadap planet kita.

Melalui transformasi ini, Vatikan tidak hanya ingin mengurangi jejak karbonnya, tetapi juga ingin menjadi teladan bagi negara-negara lain dalam hal keberlanjutan. Konversi lokasi pemancar menjadi ladang surya adalah langkah konkret yang bisa menginspirasi inisiatif serupa di berbagai belahan dunia.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi proyek energi bersih lainnya, dengan menunjukkan bahwa adaptasi terhadap kebutuhan energi yang berkelanjutan bukan hanya mungkin, tetapi juga diperlukan. Vatikan berambisi untuk menjadi pelopor dalam prasyarat menjaga planet ini, demi generasi yang akan datang.

Berita Terkait

Back to top button