Rekaman video yang baru-baru ini viral menunjukkan momen menegangkan ketika pesawat Iberia mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan seekor burung besar saat baru lepas landas dari Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas, Spanyol. Pesawat yang menuju Paris itu harus kembali dalam kondisi darurat setelah mengalami kerusakan signifikan pada hidung pesawat.
Dalam insiden yang terjadi pada penerbangan Iberia IB-579, penumpang melaporkan bahwa mereka merasakan guncangan hebat saat pesawat baru terbang selama 20 menit. Giancarlo Sandoval, salah satu penumpang, menyebutkan bahwa pada awalnya mereka mengira bahwa ini adalah turbulensi alami yang biasa, namun suara keras yang dihasilkan dari tabrakan membuat mereka langsung panik. Sandoval berkata, “Kami pikir itu turbulensi yang dimaksud kapten, tetapi kemudian kami mulai mendengar suara.”
Video yang beredar menunjukkan bahwa kabin dipenuhi asap, dan penumpang terlihat mengenakan masker oksigen. Suasana mencekam ditambah dengan suara bayi yang menangis histeris di latar belakang menciptakan suasana penuh ketegangan. Penumpang lainnya juga tampak membeku dalam ketakutan sebelum akhirnya mengucapkan syukur saat pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Madrid.
Dari unggahan media sosial, gambar terlihat jelas menunjukkan kerusakan pada hidung pesawat yang terlihat pecah dan bercak darah di sisi pesawat. Pihak Iberia mengonfirmasi bahwa seluruh awak pesawat, termasuk pilot dan awak kabin, bertindak profesional dalam menangani situasi tersebut. Mereka memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang selama proses evakuasi setelah mendarat darurat.
Pasca insiden ini, pihak maskapai juga mengedepankan langkah-langkah keamanan yang ketat. “Kami terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang kami,” ujar juru bicara Iberia. Biaya dan proses asuransi untuk para penumpang yang terdampak pun sedang dalam peninjauan.
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya prosedur keselamatan yang diterapkan di penerbangan. Dalam banyak kasus, tabrakan dengan burung dapat menyebabkan kerusakan serius pada pesawat, meski sistem modern saat ini dirancang untuk menangani situasi serupa. Namun, ini tetap tetap menjadi perhatian bagi otoritas penerbangan dan maskapai untuk terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan.
Menurut data dari Association of Bird Strike Committees International (ABSCI), setiap tahun terjadi ribuan insiden tabrakan antara pesawat dan burung di seluruh dunia. Kecelakaan ini dapat menyebabkan kerusakan peralatan yang mahal dan, dalam kasus ekstrim, bahkan mengancam keselamatan penerbangan.
Dalam catatan yang lebih luas, meskipun tergolong jarang, tabrakan antara pesawat dan burung sering kali menjadi sorotan. Sejak tahun 1988, lebih dari 200 kasus tabrakan burung telah dilaporkan yang berakibat fatal bagi pesawat komersial. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantauan lingkungan sekitar bandara dan pengelolaan populasi burung di zona penerbangan.
Di tengah berbagai kekhawatiran yang muncul pasca insiden ini, netizen di media sosial tidak lepas dari perbincangan, dengan beberapa bahkan menebak-nebak jenis burung yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Diskusi semacam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap keselamatan penerbangan.
Dengan kejadian ini, diharapkan pihak berwenang dan maskapai penerbangan dapat mengambil pelajaran untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa mendatang. Penekanan pada pelatihan awak kapal dan pemeliharaan pesawat yang lebih baik menjadi krusial untuk mencegah insiden serupa.





