Jumlah Paus dan Mamalia Laut Terdampar di Skotlandia Meningkat Drastis 30 Tahun Terakhir

Dalam tiga dekade terakhir, jumlah mamalia laut yang terdampar di pantai Skotlandia mengalami peningkatan drastis. Data dari periode 1992 hingga 2022 menunjukkan tercatat sekitar 5.147 cetacea mati di wilayah pesisir tersebut. Studi terbaru dari Skema Pendamparan Hewan Laut Skotlandia (SMASS) di Universitas Glasgow mengungkapkan bahwa beberapa spesies paus mencatat lonjakan tingkat terdampar hingga 800%, dengan tren kenaikan yang terus berlanjut setiap tahunnya.

Lonjakan Paus Berparuh dan Paus Pilot Terdampar

Musim panas tahun ini menjadi momen langka sekaligus mengkhawatirkan, ketika sejumlah besar paus penyelam dalam, termasuk paus berparuh dan paus pilot, ditemukan terdampar di wilayah pesisir Eropa Utara. Selama lebih dari dua minggu, 36 individu paus ditemukan di beberapa lokasi dari Irlandia barat dan selatan, Orkney, Norfolk, Belanda, hingga Swedia selatan. Kondisi ini menunjukkan penyebaran luas yang menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama bagi para relawan penyelamat yang tak selalu berhasil menyelamatkan semua hewan yang terdampar.

Direktur SMASS, Dr. Andrew Brownlow, menyampaikan, “Kelompok paus berparuh seharusnya menimbulkan kecurigaan,” mengingat tingginya jumlah dan distribusi mereka yang tidak biasa.

Faktor Penyebab dan Gangguan Suara

Gangguan suara dari aktivitas manusia diketahui menjadi salah satu penyebab utama paus penyelam terdampar. Rachel Lennon, penulis utama makalah yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, menyebutkan bahwa di perairan Skotlandia terdapat banyak sumber kebisingan antropogenik, seperti senapan angin survei seismik dan pengeboran dari industri perairan. Meski demikian, studi tidak secara pasti menegaskan peran latihan sonar militer sebagai penyebab langsung, walaupun ada kekhawatiran mengingat pada 2018 tercatat 118 paus berparuh terdampar di perairan Irlandia dan Skotlandia barat secara bersamaan — sebuah jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global.

Catatan Survei dan Peningkatan Kasus Terdampar Massal

Dalam survei terakhir, SMASS mencatat terdamparnya empat paus hidung botol utara serta 23 paus pilot di Kepulauan Orkney. Ini mengulang peristiwa serupa pada tahun sebelumnya, di mana 77 paus pilot mengalami kejadian yang sama di kawasan tersebut. Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 150 mamalia laut terdampar secara massal di perairan Skotlandia. Fenomena ini semakin membuktikan peningkatan yang signifikan selama 30 tahun terakhir.

Kenaikan Jumlah Paus Balin dan Dampak Perubahan Iklim

Selain paus penyelam, peningkatan jumlah paus balin seperti paus sirip, paus minke, dan paus bungkuk juga menjadi perhatian. Penjelasan terkait hal ini adalah pergeseran habitat menuju wilayah utara, yang didorong oleh pemanasan suhu laut akibat perubahan iklim. Para ilmuwan juga menduga efek jangka panjang penghentian perburuan paus turut berkontribusi pada kenaikan populasi tersebut.

Dr. Brownlow memberikan catatan penting, bahwa perubahan lingkungan laut sangat nyata terlihat. "Paus sperma kini melahirkan di perairan lepas pantai Skotlandia," katanya. Paus berparuh yang dulu hanya terlihat sedikit pada musim gugur, kini harus menghadapi perubahan pola suhu, salinitas, dan distribusi mangsa yang mempengaruhi perilaku dan kelangsungan hidup mereka.

Data Utama Jumlah Paus dan Mamalia Laut Terdampar di Skotlandia (1992-2022):

  1. Total cetacea terdampar dan mati: 5.147 individu
  2. Peningkatan paus berparuh hingga 800%
  3. Kasus paus penyelam dalam langka terdampar musim panas 2023: 36
  4. Kasus paus pilot dan hidung botol terdampar di Orkney dalam dua tahun terakhir: 104
  5. Total mamalia laut terdampar massal tahun 2023: 150

Fenomena peningkatan paus dan mamalia laut terdampar di Skotlandia mencerminkan perubahan ekosistem maritim yang kompleks, dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim global. Studi yang dilakukan oleh SMASS dan Universitas Glasgow menjadi referensi penting bagi upaya konservasi dan pemahaman lebih mendalam mengenai kesehatan laut di kawasan tersebut. Para ahli dan relawan terus memantau perkembangan ini demi perlindungan dan penyelamatan mamalia laut yang semakin rentan.

Berita Terkait

Back to top button