5 Fakta Viral Ayah Malaysia Panggil Putrinya “Istri Kecil”, Alasannya Mengejutkan!

Seorang ayah asal Malaysia, Faris Mohamad, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah video kedekatannya dengan sang putri, Rania, viral di media sosial. Pada video tersebut, Faris memanggil putrinya dengan sebutan “istri kecil,” yang menimbulkan perdebatan luas di kalangan warganet. Momen tersebut menarik perhatian karena menampilkan gaya dress-up Rania yang sudah menggunakan high heels dan makeup layaknya orang dewasa.

1. Viral di TikTok dan Instagram

Video yang memperlihatkan dinamika antara Faris dan Rania pertama kali muncul di TikTok dan kemudian diunggah ulang di Instagram. Keunikan panggilan “istri kecil” pada putrinya memicu diskusi panjang di kolom komentar dan menjadikan nama Faris trending di Malaysia. Banyak netizen yang penasaran dengan maksud di balik sebutan tersebut dan latar belakang kebiasaan mereka.

2. Panggilan “Istri Kecil” Jadi Sorotan

Sebutan "istri kecil" mengundang tanggapan beragam. Sebagian pihak menganggap istilah itu hanya merupakan cara unik ayah untuk menunjukkan kasih sayangnya secara akrab dan tanpa maksud lain. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritiknya sebagai hal yang tidak pantas, terutama jika disampaikan secara publik dan mengarah pada penafsiran yang keliru.

3. Gaya Rania Menuai Kritik

Selain panggilan tersebut, penampilan Rania juga ikut menjadi perbincangan. Putri Faris itu sering memakai high heels dan kosmetik, membuat sebagian warganet menilai bahwa hal tersebut terlalu dini dan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap anak seusianya. Sementara kelompok lain melihatnya sebagai bentuk permainan dan eksplorasi wajar anak perempuan dalam memahami dunia orang dewasa.

4. Klarifikasi dari Faris Mohamad

Menanggapi berbagai respons dan kritik, Faris Mohamad memberikan penjelasan melalui akun Instagram resmi Rania, @raniafarisya_official. Ia menegaskan bahwa kebiasaan merias diri adalah keinginan Rania sendiri, yang sejak kecil suka berdandan setelah terbiasa mengamati lingkungan kerjanya dan orang dewasa di sekitarnya. Faris juga menyatakan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam aktivitas tersebut. Kendati demikian, ia menyadari pentingnya bersikap bijak dalam mengunggah konten yang melibatkan anak agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat.

5. Diskusi tentang Parenting di Era Digital

Kasus ini kemudian memantik diskusi lebih luas mengenai pengaruh media sosial terhadap anak-anak. Para ahli parenting dan orang tua diingatkan pentingnya edukasi dan kewaspadaan dalam membagikan momen keluarga secara online. Media sosial yang semakin menggaung dapat menimbulkan konsekuensi psikologis dan sosial bagi anak jika tidak disikapi dengan tepat oleh orang tua dan masyarakat.

Perdebatan tentang panggilan “istri kecil” sekaligus gaya berpenampilan Rania ini memperlihatkan bagaimana dinamika keluarga dan pola asuh di era digital semakin mendapat sorotan publik. Faris Mohamad sebagai orang tua juga terus membuka ruang dialog terkait pembelajaran dalam membesarkan anak di tengah perkembangan teknologi dan sosial media. Saat ini, kasus tersebut mengajak semua pihak untuk lebih peka terhadap batasan dalam mengekspresikan kasih sayang dan perlindungan anak di dunia maya.

Berita Terkait

Back to top button