Pemerintah Australia dengan tegas membantah klaim pemerintah Israel yang menyebut ada intervensi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam keputusan Canberra mengusir Duta Besar Iran, Ahmad Sadeghi. Australia menegaskan langkah tersebut merupakan respons atas dugaan keterlibatan Iran dalam serangkaian serangan antisemit yang terjadi di Sydney dan Melbourne.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menolak keras tudingan tersebut saat ditemui oleh Radio ABC pada Rabu, 27 Agustus 2025. Ia menyebut klaim Israel sebagai “omong kosong” dan menekankan bahwa keputusan pengusiran Dubes Iran diambil semata-mata berdasarkan penilaian intelijen yang kuat terkait pengaruh langsung Iran dalam pelaksanaan serangan pembakaran yang menargetkan komunitas Yahudi di Australia.
Burke menambahkan, pemerintah Australia mengambil tindakan cepat segera setelah menerima laporan dan bukti keterlibatan tersebut tanpa adanya jeda waktu. “Tidak ada jeda semenit pun antara kami menerima penilaian ini dan mulai mempertimbangkan langkah yang akan diambil,” ujarnya.
Latar Belakang Serangan Antisemit di Australia
Sejak pecahnya konflik Israel-Gaza pada Oktober 2023, Australia mengalami peningkatan insiden vandalisme dan pembakaran antisemit yang menimpa rumah, sekolah, sinagoge, serta kendaraan milik komunitas Yahudi. Tak hanya itu, terdapat juga laporan peningkatan kasus Islamofobia yang memperburuk kondisi sosial di negara tersebut.
Pada pertengahan tahun 2025, sejumlah serangan serius, termasuk penyerangan terhadap restoran kosher di Sydney dan Sinagoga Adass Israel di Melbourne, memicu reaksi keras pemerintah Australia. Investigasi mengungkap adanya hubungan pelaku dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, meskipun para pelaku diduga tidak sadar sepenuhnya soal keterlibatan IRGC.
Israel Klaim Intervensi Netanyahu
Sebelum bantahan resmi dari pemerintah Australia, juru bicara Israel, David Mencer, secara publik menyatakan bahwa intervensi perdana menteri mereka, Benjamin Netanyahu, diduga mempengaruhi sikap keras Australia terhadap Iran. Klaim ini muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Australia dan Israel, terutama pasca keputusan Canberra mengakui Palestina dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada September 2024.
Netanyahu juga sempat melontarkan kritikan tajam terhadap Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dengan menyebutnya sebagai politisi lemah yang mengkhianati Israel dan mengabaikan kepentingan komunitas Yahudi di Australia.
Respons dari Pemerintah Iran dan Australia
Iran secara resmi membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan di Australia dan menilai bahwa pengusiran Dubes Iran adalah bagian dari kampanye politik yang didalangi oleh negara-negara Barat yang bermusuhan terhadap Republik Islam tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengimbau sekitar 4.000 warga Australia yang saat ini tinggal di Iran untuk segera kembali ke tanah air. Wong juga mengumumkan penutupan sementara kedutaan besar Australia di Teheran sebagai langkah pengamanan dan diplomasi yang mencerminkan ketegangan bilateral yang sedang berlangsung.
Ringkasan Fakta Utama
- Australia mengusir Duta Besar Iran atas dugaan keterlibatan Iran dalam serangan antisemit di Sydney dan Melbourne.
- Tuduhan Israel tentang campur tangan Netanyahu dalam keputusan Australia dibantah keras oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke.
- Konflik Israel-Gaza sejak Oktober 2023 memicu peningkatan serangan antisemit dan Islamofobia di Australia.
- Iran menolak tuduhan dan menganggap pengusiran ini sebagai tindakan politis dari Barat.
- Pemerintah Australia menutup kedutaan besar di Teheran dan mengimbau warganya di Iran untuk pulang segera.
Langkah tegas Australia ini menandai pengusiran diplomatik pertama terhadap negara asing sejak Perang Dunia II, menunjukkan tingkat keprihatinan Canberra terhadap keamanan komunitas minoritas di dalam negeri sekaligus mempertegas sikap kerasnya terhadap dugaan intervensi asing yang mengancam ketertiban nasional. Upaya diplomasi ke depan diprediksi akan semakin dinamis seiring fluktuasi ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah dan hubungannya dengan negara-negara Barat.





