
Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup menurut laporan Global Liveability Index 2025 yang diterbitkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Dalam edisi terbaru ini, Jakarta naik dari posisi 142 pada tahun sebelumnya ke posisi 132 dari 173 kota yang dinilai secara global. Meskipun belum masuk ke dalam 20 kota paling layak huni dunia, kemajuan ini menandakan perbaikan nyata terutama dalam aspek infrastruktur dan layanan publik di ibu kota Indonesia.
Menurut laporan EIU, penilaian dilakukan berdasarkan 30 indikator penting yang mencakup stabilitas sosial, layanan kesehatan, budaya, pendidikan, dan infrastruktur. Faktor-faktor ini menjadi ukuran utama untuk menentukan sejauh mana sebuah kota menawarkan kualitas hidup yang nyaman dan aman bagi warganya. Kenaikan peringkat Jakarta disinyalir merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan fasilitas publik dan meminimalisasi masalah sosial yang selama ini menghambat perkembangan kota.
Dominasi Kota Asia-Pasifik dan Eropa Barat
Kawasan Asia-Pasifik kembali menunjukkan dominasinya dalam daftar 20 kota paling layak huni dengan menempatkan sembilan kota di peringkat tersebut. Melbourne, Australia, menjadi kota terbaik di kawasan ini dengan berada di posisi keempat dunia. Selain itu, kota-kota seperti Osaka di Jepang dan Auckland di Selandia Baru turut bersaing ketat, memperlihatkan kualitas hidup tinggi di wilayah tersebut.
Eropa Barat mempertahankan reputasinya sebagai kawasan dengan kualitas hidup terbaik. Kopenhagen, Denmark, berhasil menggantikan posisi Wina sebagai kota paling layak huni dunia pada tahun 2025. Kota ini meraih skor nyaris sempurna dengan nilai 100 di kategori stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur. Sementara itu, Wina dan Zurich, Swiss, berbagi posisi kedua dalam pemeringkatan global tersebut. Penurunan peringkat Wina disebabkan oleh ancaman terorisme yang meningkat pada tahun 2024 dan 2025.
Kondisi Kota Besar di Amerika Serikat dan Timur Tengah
Di Amerika Serikat, sejumlah kota besar mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan. New York berada di posisi 69 dan Los Angeles di posisi 57, masih relatif jauh dari daftar 20 besar. Masalah infrastruktur yang tidak memadai dan stabilitas sosial menjadi penyebab utama peringkat kurang memuaskan tersebut. Selain itu, lemahnya pengendalian senjata api di berbagai kota juga memperburuk kondisi keamanan sehingga mengganggu kohesi sosial penduduk.
Namun, ada perkembangan positif di beberapa kota AS seperti Miami yang naik ke posisi 44, meskipun kenaikan ini lebih disebabkan oleh penurunan peringkat kota-kota lain. Sementara di Timur Tengah, kota Al Khobar, Arab Saudi, mencatat lonjakan peringkat signifikan yaitu naik 13 posisi. Prestasi ini didukung oleh investasi besar dalam layanan kesehatan dan pendidikan melalui program nasional Visi 2030.
Daftar 20 Kota Paling Layak Huni Dunia 2025
Berikut ini adalah daftar lengkap 20 kota terbaik dunia versi Global Liveability Index 2025:
- Kopenhagen, Denmark
- Wina, Austria
- Zurich, Swiss
- Melbourne, Australia
- Jenewa, Swiss
- Sydney, Australia
- Osaka, Jepang (seri)
- Auckland, Selandia Baru
- Adelaide, Australia
- Vancouver, Kanada
- Luksemburg
- Toronto, Kanada
- Helsinki, Finlandia
- Tokyo, Jepang
- Perth, Australia
- Brisbane, Australia
- Frankfurt, Jerman
- Calgary, Kanada
- Amsterdam, Belanda
- Wellington, Selandia Baru
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kota-kota di kawasan Eropa Barat dan Asia-Pasifik masih mendominasi kualitas hidup yang tinggi secara global. Sedangkan perkembangan positif di beberapa kota Asia dan Timur Tengah memberikan indikasi kemajuan yang patut dicermati oleh pengambil kebijakan di kawasan tersebut, termasuk Indonesia.
Ekspektasi ke depan, perbaikan berkelanjutan di berbagai sektor terutama infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan di Jakarta dapat mendorong kota ini semakin naik peringkat. Hal ini penting bagi daya tarik investasi, kenyamanan warga, dan reputasi internasional ibu kota Indonesia di masa mendatang.





