Pagi yang biasa di distrik Iztapalapa, Mexico City, berubah menjadi tragedi mengerikan pada Selasa, 10 September 2025, ketika sebuah truk tangki pengangkut hampir 50.000 liter gas LPG meledak di atas Jembatan Concordia. Kejadian ini menewaskan delapan orang secara langsung di lokasi akibat terpanggang dalam kendaraan, sementara puluhan lainnya mengalami luka bakar parah dan dilarikan ke rumah sakit.
Kronologi Insiden Truk Gas Meledak
Peristiwa bermula dari kecelakaan tunggal yang tampak sederhana. Truk tangki dilaporkan terguling saat melintasi jembatan, menyebabkan kerusakan pada katup tangki yang kemudian menyemburkan gas cair yang sangat mudah terbakar. Dalam hitungan detik, kabut putih gas LPG menyelimuti area tersebut sebelum sebuah percikan api memicu ledakan dahsyat. Ledakan ini mengubah jembatan menjadi lautan api, disertai suara ledakan keras yang terdengar hingga beberapa kilometer.
Rekaman video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan kabut gas yang menyelimuti jembatan, lalu segera diikuti oleh ledakan besar yang membakar sejumlah kendaraan dan menjerat para pengemudinya dalam kobaran api. Setelah ledakan, pantauan di lapangan menunjukkan kerangka kendaraan hitam terbakar serta puing-puing yang berserakan sepanjang jembatan yang mengalami kerusakan parah.
Dampak Korban dan Tindakan Darurat
Data terakhir dari pihak berwenang menunjukkan bahwa sebanyak 94 orang terluka akibat ledakan ini, dengan 22 korban dalam kondisi kritis dan dirawat di unit perawatan intensif karena luka bakar serius. Delapan korban meninggal dunia ditemukan terjebak dan terbakar didalam kendaraan mereka.
Tim penyelamat, bersama aparat keamanan, masih aktif melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewatkan. Sementara itu, rumah sakit setempat bekerja keras dalam perawatan intensif bagi para korban luka bakar dengan tingkat keparahan tinggi.
Penyelidikan dan Faktor Penyebab
Pemerintah Meksiko segera melakukan penyelidikan atas insiden maut ini. Dugaan awal mengarah pada faktor kelalaian manusia, terutama terkait kecepatan truk yang melebihi batas saat melintas di jembatan. Seorang pejabat pemerintah menyatakan bahwa kecepatan berlebih menjadi penyebab utama truk kehilangan kendali hingga terguling.
Selain itu, investigasi diperluas untuk memeriksa perusahaan pengangkut gas tersebut, termasuk standar keselamatan operasional, kondisi kendaraan, dan prosedur penanganan darurat yang diterapkan. Penyelidik juga melihat kemungkinan adanya pelanggaran atau kurangnya pengawasan dalam aspek keselamatan pengangkutan bahan berbahaya seperti LPG.
Reaksi Publik dan Pemerintah
Ledakan tragis di Jembatan Concordia memicu gelombang simpati luas di masyarakat, baik di Meksiko maupun internasional. Video detik-detik ledakan yang viral menjadi pengingat keras akan risiko yang melekat pada transportasi bahan bakar yang mudah terbakar.
Pemerintah setempat berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi transportasi bahan berbahaya dan memperketat pengawasan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. Langkah ini dirasa penting mengingat banyaknya korban dan kerusakan harta benda yang ditimbulkan.
Sementara itu, warga sekitar dan sejumlah aktivis meminta transparansi penuh dari pihak berwenang terkait hasil investigasi dan langkah perbaikan yang akan dilakukan terkait insiden ini. Mereka juga menyerukan peningkatan infrastruktur dan prosedur keamanan demi mencegah terulangnya tragedi beruntun yang melibatkan kendaraan pengangkut gas.
Ledakan truk LPG di Iztapalapa menjadi catatan kelam bagi keamanan transportasi di wilayah padat dan sibuk seperti Mexico City. Hingga kini, upaya pemulihan dan penanganan korban terus berjalan di rumah sakit dan lokasi kejadian. Para ahli keselamatan bekerja sama dengan otoritas guna menginventarisasi langkah preventif guna melindungi masyarakat dari bahaya kebakaran dan ledakan akibat pengangkutan bahan berbahaya di masa depan.





