Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah berhasil memfasilitasi pemulangan 17 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Nepal setelah terjadinya kerusuhan politik yang sempat mengguncang negara tersebut. Para WNI ini tiba dengan selamat di Indonesia pada Sabtu, 13 September 2023, menandai langkah penting dalam upaya perlindungan pemerintah terhadap warganya di luar negeri.
Evakuasi WNI dari Nepal Pasca Kerusuhan
Sejak terjadinya kerusuhan yang menyebabkan penutupan Bandara Internasional Tribhuvan selama dua hari sejak Rabu, 10 September 2023, pemerintah Indonesia melalui Kemlu secara aktif melakukan evakuasi terhadap WNI yang tengah melakukan kunjungan singkat di Nepal. Dengan kepulangan 17 WNI ini, total 57 orang dari 78 WNI yang ada di Nepal sudah berhasil dievakuasi dari Kathmandu. Bandara Tribhuvan akhirnya kembali beroperasi, memudahkan proses evakuasi dan mobilitas warga.
Tim perlindungan WNI dari Kemlu bersama dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka, Nepal, melakukan penyisiran intensif ke sejumlah titik konsentrasi warga Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Soaltee Hotel, Tibel Hotel, kawasan Thamel, serta kawasan Boudhanath — tempat berkumpulnya banyak WNI saat kejadian kerusuhan berlangsung.
Kondisi Terkini di Nepal dan Imbauan Pemerintah
Meski situasi di Nepal mulai membaik setelah pelantikan Perdana Menteri Interim Sushila Karki, Kemlu tetap mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan ke negara tersebut hingga kondisi benar-benar dinilai aman dan stabil. Pemerintah menilai situasi masih rentan, dan kehati-hatian sangat penting agar keselamatan WNI tetap terjaga.
Pihak Kemlu juga mengingatkan seluruh WNI yang sedang berada atau berencana melakukan perjalanan ke luar negeri agar selalu memantau kondisi keamanan negara tujuan. Selain itu, mereka diminta untuk melaporkan keberadaan dan status melalui aplikasi Safe Travel, yang menyediakan informasi dan perlindungan secara realtime bagi WNI di mancanegara.
Proses Evakuasi dan Tindakan Pemerintah Berikutnya
Provinsi ibu kota Kathmandu mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi aktivitas. Pusat-pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan berbagai kawasan publik kembali beroperasi meski aparat keamanan tetap berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan susulan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Nepal berupaya menstabilkan kondisi politik dan sosial, sehingga warga domestik maupun internasional dapat melanjutkan aktivitasnya secara aman.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang masih berada di Nepal. Proses pemulangan akan terus dilakukan dalam empat hari ke depan hingga semua WNI kembali ke tanah air dengan aman. Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warganya yang sedang berada di luar negeri di tengah situasi konflik atau krisis.
Upaya Perlindungan Konsisten dari Kemlu RI
Selain melakukan evakuasi, Kemlu juga berperan aktif memberikan informasi terbaru dan advis perjalanan kepada masyarakat. Baik melalui KBRI maupun kanal komunikasi resmi lainnya, Kemlu berusaha menjaga komunikasi dan koordinasi dengan seluruh WNI yang berada di wilayah krisis agar tindakan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Jumlah WNI yang terkadang melakukan kunjungan singkat maupun tinggal sementara di Nepal memang tidak besar, tetapi pemerintah tetap memperhatikan keselamatan dan hak-hak mereka secara serius. Hal ini sejalan dengan protokol perlindungan WNI yang berlaku dan memastikan bahwa selama berada di luar negeri, mereka mendapat perlindungan penuh dari pemerintah Indonesia.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa warga yang merencanakan perjalanan ke negara-negara bermasalah harus mengutamakan pengecekan situasi keamanan terkini dan selalu berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tersebut. Informasi ini sangat penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Upaya penanganan dan evakuasi WNI dari Nepal ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat bahwa kondisi politik yang tidak stabil bisa berdampak serius terhadap keselamatan warga negara di luar negeri. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan dan komunikasi efektif antara pemerintah dan WNI sangat mutlak diperlukan untuk menghadapi situasi krisis.
Diharapkan semua WNI yang sudah kembali dari Nepal dapat menjalani proses adaptasi dengan lancar dan kembali beraktivitas seperti biasa di tanah air. Pemerintah melalui Kemlu akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan bila diperlukan di masa mendatang.





