Trump Peringatkan Israel Usai Serang Doha: Qatar Sekutu Hebat, Hati-hati!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait serangan Israel yang dilakukan di Doha, Qatar, yang menewaskan lima anggota kelompok Hamas dan seorang pejabat keamanan Qatar. Peringatan ini disampaikan Trump pada Minggu, usai insiden serangan yang terjadi pada Selasa pekan sebelumnya.

Trump menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam melancarkan serangan militer, terutama karena dampaknya yang bisa memicu eskalasi konflik yang lebih luas. "Jadi, Israel dan semua pihak lainnya, kita harus berhati-hati. Ketika kita menyerang orang, kita harus berhati-hati," ujarnya saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir TRT World, Senin, 15 September 2025.

Serangan di Doha ini memicu gelombang kecaman di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan komplikasi baru dalam upaya perdamaian yang tengah difasilitasi oleh Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir. Selama beberapa bulan terakhir, Qatar memang mengambil peran kunci sebagai mediator untuk mengakhiri konflik berdarah di Gaza. Namun, insiden ini dikhawatirkan akan memperburuk situasi dan menghambat proses gencatan senjata yang tengah digagas.

Hubungan AS-Qatar yang Dikuatkan

Menariknya, di tengah ketegangan ini, Trump justru menunjukkan sikap positif terhadap Qatar. Pada Jumat sebelumnya, Trump menggelar pertemuan makan malam dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, di New York. Wakil Kepala Misi Qatar menyebut jamuan makan malam tersebut berlangsung "luar biasa" dan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kedua negara.

Trump memuji Qatar sebagai "sekutu besar" Amerika Serikat, dan menyatakan bahwa meskipun Qatar menghadapi tekanan besar akibat situasi politik yang kompleks di kawasan, negara Teluk itu tetap menjadi mitra yang strategis dan penting. "Qatar telah menjadi sekutu yang hebat. Mereka juga menjalani kehidupan yang sangat sulit karena mereka berada tepat di tengah segalanya," ucap Trump.

Kekecewaan Trump terhadap Serangan Israel

Namun, di balik hubungan baik tersebut, Trump menyampaikan kekecewaan mendalamnya kepada Israel atas tindakan yang dinilainya sebagai keputusan sepihak yang kontraproduktif. Ia menegaskan bahwa serangan di Doha tidak memperkuat kepentingan baik Amerika Serikat maupun Israel.

Trump bahkan mengambil langkah diplomatis dengan menginstruksikan utusan khususnya, Steve Witkoff, untuk memperingatkan pihak Qatar terkait serangan tersebut dan menjamin bahwa insiden serupa tidak akan terulang. Ia juga berusaha menjauhkan pemerintahan AS dari keputusan serangan tersebut, menekankan bahwa itu adalah keputusan yang dibuat secara independen oleh pemerintah Israel di bawah Netanyahu.

Sementara itu, pemerintah Qatar menolak klaim bahwa mereka telah ditelepon sebelum serangan terjadi. Menurut pernyataan resmi, Qatar baru mendapatkan informasi setelah serangan berlangsung. Ketegangan antara Qatar dan Israel ini menjadi tantangan tambahan bagi upaya perdamaian di wilayah tersebut.

Dampak terhadap Proses Perdamaian dan Konflik di Gaza

Serangan di Doha terjadi saat para anggota Hamas tengah membahas kesepakatan baru yang diusulkan AS untuk mengakhiri perang di Gaza. Sejak Oktober 2023, konflik tersebut telah menelan korban sekitar 65.000 jiwa di wilayah Gaza, akibat serangan militer Israel yang besar-besaran.

Kondisi ini menimbulkan suasana yang semakin sulit untuk mendorong kesepakatan gencatan senjata. Qatar bersama AS dan Mesir tetap berusaha memainkan peran mediator, tetapi insiden serangan di tengah kota Doha berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan yang lebih besar antar pihak.

Selain itu, tekanan terhadap Israel agar lebih berhati-hati dalam operasi militer juga menjadi momentum yang disampaikan Trump untuk mendorong pendekatan yang lebih diplomatis dan mengurangi eskalasi kekerasan yang akan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.

Dengan latar belakang ini, peran Qatar sebagai sekutu strategis Amerika Serikat dan mediator penting dalam konflik kawasan semakin mendapat sorotan. Upaya diplomasi terus diupayakan untuk menjaga kestabilan politik regional sekaligus menghindari konflik yang lebih besar.

Trump menegaskan bahwa hubungan yang kuat dengan Qatar sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan di Timur Tengah, dan perlunya setiap pihak memiliki kontrol yang ketat atas tindakan militer agar situasi tidak semakin memburuk.

Peringatan dari Trump ini menjadi sinyal penting bagi Israel dan semua pihak yang terlibat bahwa ketegangan di kawasan harus dilalui dengan pendekatan yang hati-hati demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Back to top button