Korban tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza telah mencapai angka tragis sebesar 65.062 orang sejak 7 Oktober 2023, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Jalur Gaza pada Rabu, 17 September 2024. Selain itu, sekitar 165.697 warga Palestina mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlanjut ini.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 98 orang meninggal dunia dan 385 lainnya mendapat perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di Gaza. Data ini menunjukkan eskalasi yang masih terjadi, meskipun pasukan Israel telah melancarkan berbagai operasi sejak Agresi dimulai.
Lonjakan Korban Sejak Oktober 2023
Agresi militer Israel bermula pada 7 Oktober 2023 ketika kelompok-kelompok perjuangan Palestina, termasuk Hamas, melakukan serangan roket masif dan infiltrasi ke wilayah Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang di pihak Israel dilaporkan tewas. Sebagai balasan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan Operasi Pedang Besi yang berfokus pada serangan udara dan pengepungan total Jalur Gaza.
Serangan dan pengepungan ini telah memutuskan pasokan dasar ke wilayah tersebut, termasuk air bersih, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Akibatnya, kondisi kemanusiaan di Gaza memburuk drastis seiring tingginya jumlah korban sipil.
Meningkatnya Intensitas Serangan
Sejak 18 Maret 2024, ketika Israel melanjutkan serangan militer, lebih dari 12.500 orang tewas dan 53.600 terluka di Gaza. Pada awal September 2024, militer Israel meningkatkan intensitas pengeboman, termasuk menghancurkan gedung-gedung tinggi di Kota Gaza yang diduduki oleh kelompok-kelompok Palestina. Pada tanggal 4 September, juru bicara IDF, Efi Defrin, menyatakan bahwa pasukannya telah menguasai 40 persen dari Kota Gaza dan berencana memperluas operasi militer dalam hari-hari berikutnya.
Dampak Kemanusiaan yang Memburuk
Serangan yang terus berlanjut ini menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap warga sipil di Gaza. Selain korban jiwa yang tinggi, ribuan warga mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan intensif dalam situasi dimana akses layanan kesehatan semakin terbatas akibat blokade dan kerusakan infrastruktur.
Seorang saksi mata melaporkan bahwa perempuan Palestina terlihat menangis dan berduka atas kehilangan anggota keluarga mereka akibat serangan udara Israel yang menargetkan kawasan pemukiman penduduk. Situasi seperti ini menambah derita kemanusiaan di wilayah yang sudah lama diliputi konflik.
Peringatan dan Tuntutan Internasional
Beberapa organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional telah mengkritik agresi militer Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyoroti fakta bahwa hingga tahun 2024, Israel masih menahan sebanyak 198 jasad warga Palestina yang tewas, menambah kompleksitas masalah kemanusiaan di kawasan tersebut.
Sementara itu, dunia internasional terus mendesak agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari solusi damai, namun sampai saat ini permusuhan masih berlangsung dan korban berjatuhan terus meningkat.
Data Penting Korban Agresi Israel di Jalur Gaza (Sejak 7 Oktober 2023):
- Total korban tewas: 65.062 orang
- Total korban luka-luka: 165.697 orang
- Korban tewas sejak 18 Maret 2024: 12.500 orang
- Korban luka-luka sejak 18 Maret 2024: 53.600 orang
- Jumlah korban tewas dalam 24 jam terakhir: 98 orang
- Jumlah korban luka-luka dalam 24 jam terakhir: 385 orang
Kondisi di Jalur Gaza sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Serangan udara dan pengepungan total yang dilakukan militer Israel menyebabkan krisis kemanusiaan yang terus memburuk, dengan ribuan keluarga yang kehilangan anggota dan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Situasi ini juga memicu keprihatinan global terkait perlindungan warga sipil dan upaya penghentian konflik yang telah menelan korban besar selama lebih dari satu tahun terakhir.





