Disanksi Barat, Iran Siap Beri Tanggapan Tegas dan Tepat Segera

Penerapan kembali sanksi dari Dewan Keamanan PBB terhadap Iran menyulut reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan akan memberikan tanggapan yang tegas dan tepat atas langkah yang dinilai ilegal dan tidak berdasar secara hukum tersebut. Sanksi ini diberlakukan setelah upaya perundingan nuklir mengalami kebuntuan dan insiden pengeboman fasilitas nuklir oleh AS dan Israel.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa semua negara harus menghindari pengakuan terhadap situasi sanksi yang diaktifkan kembali secara sepihak ini. Dalam pernyataannya, Iran menekankan akan membela hak dan kepentingan nasional secara gigih, serta memberi respons langsung terhadap segala upaya yang berpotensi merugikan rakyat dan kedaulatannya.

Sanksi Kembali Berlaku dan Dampaknya

Langkah pengaktifan sanksi dilakukan menyusul kegagalan diplomasi yang telah berjalan selama beberapa bulan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Mekanisme snapback diaktifkan oleh negara-negara Barat berdasarkan kesepakatan tersebut, yang mengakibatkan pelarangan berbagai transaksi terkait kegiatan nuklir dan rudal balistik Iran mulai berlaku.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengajak Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan itikad baik dan meminta pemenuhan sanksi oleh seluruh anggota PBB guna memberi tekanan maksimum kepada pemerintahan Iran. Sementara itu, Inggris, Prancis, dan Jerman menegaskan komitmen mereka untuk terus mencari solusi diplomatik demi menghalau upaya Iran memperoleh senjata nuklir. Mereka juga menyerukan Iran menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.

Meskipun Iran tetap membuka akses bagi inspektur PBB ke lokasi nuklirnya, Presiden Majelis Nasional Iran, Masoud Pezeshkian, menolak tawaran AS yang dianggap tidak wajar, yaitu penangguhan sanksi singkat sebagai imbalan penyerahan seluruh persediaan uranium yang diperkaya.

Tolak dan Kritik dari Mitra Politik

Upaya Rusia dan Tiongkok untuk menunda penerapan sanksi hingga April mendatang gagal memperoleh dukungan mayoritas Dewan Keamanan PBB. Rusia secara tegas menyatakan tidak akan mengakui dan memberlakukan sanksi tersebut. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menuduh kebijakan Barat secara sistematis menyabotase diplomasi dan memaksakan konsesi sepihak melalui tekanan dan pemerasan terhadap Iran.

Di sisi lain, Jerman menjelaskan bahwa pengaktifan sanksi bukanlah pilihan mudah, melainkan langkah yang diambil akibat ketidakpatuhan Iran terhadap kewajiban internasionalnya. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa pencegahan akses Iran terhadap senjata nuklir tetap menjadi prioritas. Namun demikian, Berlin masih membuka peluang negosiasi baru sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Reaksi di Dalam Negeri Iran dan Dampak Ekonomi

Media dalam negeri Iran menunjukkan beragam reaksi. Surat kabar ultrakonservatif Kayhan mengungkapkan skeptisisme terhadap jaminan pembicaraan damai dan menduga sanksi akan tetap diberlakukan tanpa menghiraukan negosiasi. Sebaliknya, outlet reformis seperti Ham Mihan mengajukan pertanyaan kritis mengenai konsistensi dukungan Tiongkok dan Rusia terhadap posisi Iran.

Dampak ekonomi dari sanksi baru ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Seorang insinyur, Dariush, menyatakan bahwa kondisi ekonomi sudah sangat sulit dan akan makin memburuk akibat sanksi tersebut. Depresiasi nilai tukar rial Iran terhadap dolar AS mencapai rekor terendah, yakni sekitar 1,12 juta rial per dolar di pasar gelap, yang turut menyebabkan kenaikan harga dan menurunnya standar hidup.

Sanksi ini merupakan pengaktifan kembali langkah pembekuan sanksi yang sudah berlangsung sejak 2015 saat Iran menyetujui pembatasan besar pada program nuklirnya. Langkah ini sempat dicabut saat Amerika Serikat keluar dari kesepakatan di masa pemerintahan Presiden Donald Trump dan menerapkan sanksi baru secara unilateral.

Situasi ini menandai babak baru ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, dengan tekanan internasional yang meningkat berbarengan dengan ancaman balasan tegas dari Iran yang siap membela kedaulatan dan kepentingannya di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks.

Src: https://mediaindonesia.com/internasional/815574/disanksi-barat-iran-akan-beri-tanggapan-tegas-dan-tepat?page=all

Berita Terkait

Back to top button