Federasi Senam Rusia telah merilis hasil investigasi resmi terkait meninggalnya atlet gimnastik ritmik asal Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, saat menjalani pemusatan latihan (training camp) di Penza, Rusia. Hasil ini mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan oleh ketidaksiapan atlet berusia 19 tahun tersebut dalam menjalani sesi latihan yang kompleks.
Wakil Presiden Federasi Senam Rusia, Vasily Titov, menjelaskan bahwa proses investigasi menyeluruh sudah dilakukan untuk memastikan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan fatal tersebut. “Kami telah melakukan investigasi yang diperlukan, dan semua keadaan terkait cedera tersebut telah dipastikan. Sayangnya, atlet tersebut tidak siap untuk melakukan elemen yang begitu rumit,” ungkap Titov melalui unggahan di Telegram, dikutip dari Fox4News pada Senin, 29 September 2025.
Meski demikian, rinciannya mengenai aksi spesifik apa yang dilakukan Naufal saat latihan dan menyebabkan cedera serius belum diungkap secara publik. Federasi Senam Rusia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan atlet muda berbakat ini. Titov menyatakan, “Dunia senam Indonesia telah kehilangan atlet terbaik bangsa. Ini juga merupakan pukulan dan duka yang mendalam bagi kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.”
Sebelumnya, Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) juga memberikan keterangan resmi mengenai insiden yang menimpa Naufal. Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati, menegaskan bahwa kematian Naufal adalah murni kecelakaan yang terjadi saat melakukan latihan. “Kami tidak ingin saling menyalahkan. Insiden ini terjadi pada saat waktu latihan dan jatuhnya pun di tempat matras busa. Jadi kami melihat itu murni kecelakaan, insiden di dalam latihan,” kata Ita, saat mengunjungi rumah duka di Gresik, Jawa Timur, Minggu, 28 September 2025.
Kasus ini menjadi perhatian besar karena Naufal Takdir Al Bari merupakan atlet gimnastik yang sedang meniti karier cemerlang di kancah internasional. Menurut sumber resmi, Naufal menjalani training camp di Rusia untuk memperdalam kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi kelas dunia. Namun, latihan intens tersebut ternyata menyimpan risiko tinggi yang berujung pada kecelakaan tragis.
Rangkaian kronologi kejadian menunjukkan bahwa kecelakaan mengerikan itu berawal saat Naufal mencoba melakukan satu elemen kompleks — namun ia diduga belum cukup siap secara fisik dan teknik. Meskipun lokasi latihan dilengkapi dengan matras busa untuk mengurangi risiko cedera, kecelakaan tetap tak terhindarkan.
Pengawasan ketat selama latihan sebenarnya diterapkan oleh pelatih dan staf di training camp tersebut. Namun, ketegangan latihan untuk menguasai gerakan sulit dan tuntutan kompetitif yang tinggi seringkali membuat atlet muda menghadapi risiko cedera serius.
Berikut beberapa fakta penting terkait tragedi Naufal Takdir Al Bari berdasarkan hasil investigasi dan pernyataan resmi:
1. Naufal berusia 19 tahun saat kejadian dan merupakan atlet muda berprestasi Indonesia.
2. Kecelakaan terjadi saat latihan di Penza, Rusia, pada Kamis, 25 September 2025 waktu setempat.
3. Faktor utama kecelakaan adalah ketidaksiapan untuk melakukan elemen latihan yang rumit.
4. Tempat latihan sudah dilengkapi matras busa untuk meminimalkan risiko cedera.
5. Federasi Senam Rusia dan PB Persani sama-sama mengonfirmasi insiden sebagai kecelakaan, tanpa unsur kelalaian sengaja.
6. Keluarga atlet mendapat dukungan dan belasungkawa dari komunitas senam nasional dan internasional.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi dunia olahraga gimnastik, khususnya terkait pengelolaan risiko keselamatan atlet muda. Pihak-pihak yang bertanggung jawab diharapkan lebih ketat dalam menilai kesiapan fisik dan mental atlet sebelum mengizinkan mereka melakukan gerakan berisiko tinggi.
Meninggalnya Naufal Takdir Al Bari merupakan kehilangan besar bagi dunia senam Indonesia yang tengah berjuang meningkatkan prestasi global. Selain duka yang mendalam, peristiwa ini mendorong evaluasi menyeluruh pada prosedur latihan agar tragedi serupa tidak terulang.
Komunitas gimnastik di Indonesia dan internasional kini menaruh perhatian pada dukungan psikologis dan pemulihan bagi atlet muda agar bisa menghindari stress berlebihan dan menjaga keselamatan dalam setiap sesi latihan. Federasi Senam Rusia dan PB Persani terus berkomitmen untuk membina atlet secara profesional dengan prioritas utama keselamatan serta kesehatan atlet.
Src: https://www.beritasatu.com/internasional/2926628/federasi-senam-rusia-ungkap-hasil-investigasi-kematian-naufal-al-bari?page=all





