Pengirim Kepala Babi ke Masjid Prancis Ditangkap, Diduga Antek Intelijen

Polisi Serbia berhasil menangkap 11 warga negaranya yang diduga bertanggung jawab atas serangkaian aksi vandalisme yang menargetkan komunitas Muslim dan Yahudi di Eropa, termasuk pengiriman kepala babi ke beberapa masjid di Paris, Prancis. Tindakan ini merupakan bagian dari kampanye kebencian yang juga mencakup pelemparan cat hijau ke Museum Holocaust, sinagoge, dan restoran Yahudi di Paris, serta penempatan kerangka beton di depan Gerbang Brandenburg, Berlin.

Serangkaian Serangan Kebencian di Eropa

Kementerian Dalam Negeri Serbia menyatakan bahwa para tersangka bukan hanya melakukan vandalisme terhadap setidaknya sembilan masjid di Paris, tetapi juga menyerang situs-situs bersejarah dan simbol penting bagi komunitas Yahudi di dua kota besar Eropa ini. Selain 11 tersangka yang telah ditangkap, satu tersangka lagi dengan inisial MG hingga kini masih buron dan diduga berperan sebagai pelatih yang memberikan instruksi berdasarkan arahan dari dinas intelijen asing. Meski demikian, kementerian belum mengungkap secara spesifik dinas intelijen mana yang terlibat atau kewarganegaraan tersangka buron tersebut.

Para tersangka, yang semua merupakan warga Serbia, dilaporkan dilatih di dalam negeri sebelum melakukan aksi tersebut. Motif utama mereka, menurut pernyataan resmi, adalah menyebarkan ideologi yang menghasut kebencian, diskriminasi, dan kekerasan terhadap kelompok agama tertentu, yakni Muslim dan Yahudi.

Pengaruh Dinas Intelijen Asing dan Konteks Politik

Investigasi kepolisian di Prancis menemukan bahwa kepala babi yang dikirim ke masjid-masjid tersebut memang ditempatkan oleh warga asing yang kemudian langsung meninggalkan negara itu. Prancis, yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa sekaligus memberlakukan larangan konsumsi daging babi, sebelumnya sudah menuding upaya campur tangan oleh Rusia untuk memecah-belah masyarakat dan menimbulkan konflik sosial.

Tiga tersangka asal Serbia yang diduga berhubungan dengan kekuatan asing juga pernah ditangkap pada Mei 2025 setelah melakukan vandalisme berupa pencoretan cat hijau di sinagoge dan tugu peringatan Holocaust. Semua kejadian kriminal yang dikaitkan dengan kelompok ini berlangsung antara April hingga September 2025.

Respons dan Tindak Lanjut Proses Hukum

Para tersangka yang ditangkap kini tengah menjalani proses interogasi di Kejaksaan Tinggi Smederevo, Serbia, dengan waktu maksimal 48 jam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penegak hukum Serbia berupaya mengusut tuntas kasus ini di tengah tekanan diplomatik dan perhatian luas dari masyarakat internasional.

Di sisi politik, Serbia saat ini sedang mengajukan diri untuk bergabung dengan Uni Eropa. Negara ini dikenal menjalin hubungan dekat dengan Rusia dan hingga kini menjadi satu-satunya negara di Eropa yang belum menjatuhkan sanksi terhadap Moskow. Kasus ini menambah kompleksitas posisi Serbia dalam dinamika geopolitik kawasan.

Dampak pada Komunitas Muslim dan Yahudi di Eropa

Insiden pengiriman kepala babi ke masjid dan serangan terhadap situs Yahudi ini menimbulkan kecemasan yang mendalam di kalangan komunitas Muslim dan Yahudi di Eropa. Daging babi, yang dianggap haram bagi umat Muslim, digunakan sebagai simbol penghinaan dan provokasi. Tindakan ini bukan hanya pelanggaran terhadap nilai toleransi beragama, tetapi juga memperburuk situasi keamanan dan kerukunan sosial di kota-kota besar tersebut.

Pihak berwenang di Prancis dan Jerman terus meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap tempat ibadah dan situs bersejarah komunitas minoritas. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan aparat Serbia untuk mempercepat penuntasan kasus ini dan mencegah eskalasi serangan serupa di masa mendatang.

Pemantauan dan Kewaspadaan Terhadap Kejahatan Kebencian

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi negara-negara Eropa dan internasional tentang ancaman kejahatan kebencian yang bisa saling terkait dan didukung oleh aktor asing. Aksi-aksi yang mengandung unsur provokasi dan intoleransi seperti ini tidak hanya merusak harmoni sosial, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas politik dan keamanan regional.

Pengungkapan peran intelijen asing dalam melatih para pelaku menunjukkan bahwa serangan tersebut sengaja dirancang sebagai alat untuk menciptakan ketegangan antar kelompok sosial. Oleh karena itu, penegak hukum di seluruh Eropa diimbau untuk meningkatkan koordinasi dan berbagi informasi demi mengantisipasi ancaman serupa ke depan.

Src: https://www.beritasatu.com/internasional/2926956/pengirim-kepala-babi-ke-masjid-prancis-ditangkap-antek-intelijen?page=all

Berita Terkait

Back to top button